Knit by Chance

Ayu ramani
Chapter #11

11


11

Nara mengeluarkan ponsel, melihat nama ruangan di grup Whatsapp “ BOCIL SD” -nya, bertanya ke resepsionis, dan bergegas menuju ruangan yang diarahkan. Raka mengikuti di belakangnya tanpa banyak bicara.

Nara menemukan Alfa akhirnya. Duduk lemas di pinggiran koridor. Riri berdiri di sampingnya sedang menelpon seseorang.

“Alfa, gimana?”

Riri menatap Nara tajam, “Lo kemana aja sih, ngga buka WA?” tanya Riri disela-sela menelpon.

Nara terdiam sejenak, merasa bersalah. Pagi ini dia sadar betul Alfa memang tidak masuk sekolah. Tapi sebagai sahabatnya, Nara malah sibuk merasa muak dengan masalahnya sendiri dan tidak menanyakan keadaan Alfa. Rasa bersalahnya semakin memuncak begitu melihat Alfa duduk lemas di depannya.

“Alfa…” Nara memanggil lirih.

“Alfa! Papa aku kayaknya bisa bantu setengahnya….” Riri akhirnya mengakhiri teleponnya.

Nara memandang bingung. “Ada apa?” Tanya Nara cepat.

“Ini Ibu Alfa harus tindakan cepat. Bisa pake BPJS tapi harus menunggu antrean” Riri coba menjelaskan. “Aku lagi coba minta bantuan Papa…tapi …. mungkin ga bisa semuanya…. masalahnya harus deposit….Kak Lina juga lagi cari bantuan….”

“Berapa? Emang berapaa?” Nara mendesak.

“Deposit nya 1/2 dari biaya tindakan… sekitar 25jt…ini emang susah Nara, gue juga lagi cari….” Alfa akhirnya menjawab. “Kak Lina lagi cari bantuan….”

“Gue ada!” Nara menjawab cepat. “Gue ada!”

Alfa dan Riri memandang Nara putus asa.

“Kalian…kalian lupa gue punya warisan banyak…” Nara menjawab ragu-ragu. “Aku bisa telepon Tante Yessi sekarang…Aku bisa bantu, Alfa”

Nara berjalan menjauh, terlihat membuka ponselnya.

Yang Alfa dan Riri tidak sadari…sedari tadi Raka memperhatikan mereka.Raka sengaja tidak mendekat. Mengetahui ini bukan ranahnya. Raka tidak bisa tiba-tiba terlibat masalah ke-3 sahabat ini. Raka hanya memperhatikan. Melihat Nara begitu cepat ingin membantu Alfa…

Nara masih berusaha menghubungi Tante Yessi, adik Ayahnya. Orang yang selama ini mengatur semua keuangan Nara. Nara yang minta dari awal. Kehilangan orang tua dan dia adalah anak satu-satunya…Nara bahkan tidak memiliki semangat untuk menjalani hidup pasca kejadian kecelakaan itu. Nara sangat berterimakasih Tante Yessi mengurus semua dengan baik. Memberikan bulanan yang layak untuk Nara atur sendiri. Namun untuk biaya kesehatan sebesar itu….Nara merasa harus mendapat pertolongan dari Tante Yessi.

“Tante please angkat….”

Tidak ada balasan…

Frustasi, Nara menghentikan teleponnya.

“Kapan harus bayar? Paling lambat kapan?” Nara bertanya akhirnya.

“Secepatnya!” Riri menjawab cepat.

“Nara…Ri.. ini terlalu berlebihan.. Kak Lina pasti dapet solusinya….” potong Alfa.

Nara menggigit bibirnya, dia harus segera menemui Tante Yessi kalo memang masih susah dihubungi….dia harus segera bergegas ke Bandung.

Nara menimbang-nimbang perjalanan menuju bandung dengan travel mungkin membutuhkan waktu 2 jam.

Lihat selengkapnya