Blurb
Bagi Maya, lemari kaca di ruang tamu adalah pembuktian. Setiap piala milik Bumi adalah perisai demi menebus harga diri masa lalunya yang hancur. Di rumah itu, kasih sayang diukur dari indeks prestasi yang harus selalu sempurna.
Namun bagi Bumi, kesempurnaan adalah badai yang mencekik. Ketika tekanan kuliah mulai tak tertahankan, sebutir obat penenang menjadi satu-satunya "tombol senyap" agar tubuhnya tetap bisa berdiri tegak di depan sang ibu.
Bumi tidak mencari kesenangan, ia hanya ingin bertahan hidup. Saat rahasia di rumah dan sabotase rival di kampus bertemu di satu titik kritis, tubuh Bumi menyerah.
Ia kolaps secara medis di hadapan publik. Melalui dua sudut pandang yang bergantian secara intim, kisah ini membawa pembaca menyusuri lorong sepi ketergantungan obat, trauma pengasuhan, dan sebuah kesadaran yang terlambat bahwa sebelum sebuah struktur runtuh sepenuhnya, selalu ada retakan kecil yang sebetulnya meminta untuk diselamatkan.