Komunitas Luka

Misserasera
Chapter #8

Pertemuan Terakhir

Pertemuan terakhir, antara mereka berdua. Soyeon mengambil sikap duduk tegak, tubuhnya mendadak kaku, lidahnya kelu, urat nadi menegang.

Berdiri di hadapan ayah kandung yang tiba-tiba muncul kembali. Sang aktor, bintang hallyu yang terkenal. Umpama rongga mulut Soyeon dapat menghisap, tentunya lalat yang sedari tadi berseliweran sudah tertelan mentah-mentah.

Pria yang dulu meninggalkan Soyeon dan ibunya … memaksa hadir dalam bentuk arwah. Soyeon yang memang seorang indigo tak menyangka ‘ yang telah pergi’ mendobrak masuk kembali dengan cara serunyam ini.

“Soyeon … Soyeon ..!” suara panggilan lamat-lamat terdengar. Ini bukan panggilan ibu, ini … panggilan beberapa orang. Soyeon membuka mata perlahan.

“Soyeon!” panggil seorang pria berambut panjang dan berkumis tipis, mengagetkan Soyeon, pria tersebut tepat di depan wajah Soyeon. Memanggil-manggil penuh kecemasan. Kini bahu Soyeon merasa diguncang-guncang. Dua wanita, tua dan muda menepuk bahu dan menampar pipi Soyeon perlahan. Seketika Soyeon terduduk, dilihatnya sekitar, suasana ruangan cahaya kuning menyambut kedua mata yang mengerjap. Hampir saja mulut melongonya, hampir berucap … di manakah aku? Namun, lantai kayu mengingatkan kembali pada lantai kedai yang dipijaknya.

“Kamu pingsan Soyeon!” ucap seorang wanita tua, ingatan Soyeon sesegera mungkin kembali.

“Aduh …!” Soyeon memegangi kepalanya yang pusing. Sekarang sudah ingat ada di mana dan siapa orang-orang di sekelilingnya.

“Apa kau sudah ingat sekarang?” tanya Lucas cemas.

Soyeon mengangguk lemah, “Iya, apa aku tertidur lama?”

“Apa yang barusan kau alami?” tanya Lucas lagi.

“Entahlah, seperti mimpi. Dalam mimpi itu aku bertemu ayah, seakan itu masa depan yang akan terjadi.”

“Apakah mimpi itu berkesan dalam bagimu?” Nyonya Lemon juga ikut bertanya.

Soyeon mengangguk. Perlahan ia bangkit dan duduk kembali di kursi.

“Apa yang terjadi padaku?” tanya Soyeon pada Lucas.

“Hmm, sepertinya kau memiliki sixth sense dan baru saja itu kau mengalami prekognisi”

“Apa itu?”

“Situasi dimana kau memimpikan hal yang akan terjadi, bisa saja itu suatu petunjuk.”

Lihat selengkapnya