Kopi Pahit dan Janji Manis

Erfi Ulul Azmi
Chapter #1

bab 1

Hujan deras mengguyur Jakarta sejak sore tadi. Larasati Pramesti berdiri di balik counter kayu kedai kopinya yang kecil, menatap jalanan Kemang yang semakin sepi. Lampu neon bertuliskan “Laras Kopi” berkedip pelan, seolah ikut lelah seperti dirinya.

“Udah jam setengah delapan, Lar. Masih nunggu pelanggan?” tanya Rina, sahabat sekaligus satu-satunya karyawannya, sambil menyeka meja.

Laras menghela napas panjang. “Nunggu aja. Siapa tahu ada yang mampir karena hujan.”

Sebenarnya dia sudah capek. Capek banget. Utang sewa tempat bulan ini belum lunas, ibunya lagi butuh obat rutin, dan mesin espresso kemarin sempat mogok. Tapi menutup kedai lebih awal berarti kehilangan harapan — harapan kecil bahwa hari ini masih bisa dapat tambahan pemasukan.

Laras mengambil kain lap dan mulai mengelap cangkir-cangkir yang sudah bersih. Gerakannya mekanis, tapi pikirannya melayang. Dua tahun lalu, kedai ini adalah mimpi. Sekarang? Rasanya seperti beban yang semakin berat setiap hari.

Bel pintu berdering pelan.

Laras mendongak. Seorang pria tinggi masuk sambil menutup payung hitam yang basah kuyup. Jas abu-abu gelapnya sedikit lembab di bahu, rambutnya agak acak-acakan karena angin, tapi wajahnya tetap terlihat rapi dan… dingin.

“Maaf, masih buka?” suaranya rendah, sopan, tapi terdengar lelah.

“Masih,” jawab Laras cepat. “Silakan duduk, Mas. Mau pesan apa?”

Pria itu melirik papan menu yang sudah agak pudar di dinding. “Americano. Hot. Tanpa gula.”

Laras mengangguk. “Oke. Tunggu sebentar ya.”

Sambil menggiling biji kopi, ia melirik pria itu dari balik counter. Dia duduk di meja pojok dekat jendela, menatap hujan di luar. Posturnya tegak, tapi bahunya sedikit merosot — seperti orang yang baru saja keluar dari meeting panjang.

“Pahit banget ya pesanannya,” gumam Rina pelan sambil nyengir. “Cocok sama muka mas-mas itu.”

“Rin,” Laras menegur pelan, tapi ikut tersenyum kecil.

Beberapa menit kemudian, Laras membawa cangkir hitam ke meja pria itu. Aroma kopi yang kuat langsung menyebar.

Lihat selengkapnya