Kos Mukasyafah, Tempat Penantian yang Hangus

Oleh: Arief Rahmanto

Blurb

Naskah dibakar, harga diri diinjak. Sastra lari dari neraka meja makan menuju Kos Mukasyafah, yakni sebuah labirin surealis tempat ingatan berdenyut di dinding kulit. Di kamar nomor 13, ia tidak lagi punya pilihan, menuliskan kembali sejarah lukanya dengan tinta darah, atau membusuk menjadi kerangka kata-kata.

Di bawah pengawasan Mbah Jati yang misterius, Sastra harus membedah trauma tentang Ayah yang keras dan Ibu yang narsistik. Antara bayangan yang berkhianat dan teror masa lalu yang merangkak dari bawah tempat tidur, ia harus menamatkan ceritanya sebelum bangunan itu menelan kewarasannya. Sebuah perjamuan pedih tentang keluarga, trauma, dan kekuatan kata-kata yang menolak untuk hangus.

Lihat selengkapnya