Fajar menyingsing di Ujung Kulon Progo, menyapu sisa-sisa kegelapan malam. Aliran listrik dan sinyal telepon seluler yang sempat terputus kini kembali menyala. Warga desa beraktivitas seperti biasa, menyapu pekarangan dan menyalakan tungku dapur, sama sekali tidak menyadari bahwa di balik kedamaian pagi itu, sebuah benteng pertahanan baru telah berdiri kokoh di balik dinding rumah mereka.
Pukul delapan pagi, dua agen bersetelan rapi, yang tadi malam mengoperasikan alat pengintai terlihat melangkah cepat menuju lumbung tua milik keluarga Yusuf. Dari kejauhan di balik pohon kelapa, aku mengamati gerak-gerik mereka.
Pintu lumbung tua mendadak didobrak dari luar.
Kedua pria itu menerobos masuk dengan perangkat pemindai genggam yang terus berbunyi nyaring. Namun, harapan mereka untuk menemukan tumpukan naskah kuno hangus seketika. Tiga peti kayu yang tadi malam terikat rantai kini terbuka lebar dan kosong melompong. Yang tersisa di dalam lumbung hanyalah jerami kering, debu, dan sarang laba-laba.