Kos Mukasyafah, Tempat Penantian yang Hangus

Arief Rahmanto
Chapter #49

BAB 49: SEGEL DI GARIS BATAS

Kegagalan propaganda digital pada Bab 48 memaksa jaringan Sasmita mengambil keputusan terakhir. Mereka menyadari bahwa mereka tidak akan pernah bisa membengkokkan ingatan warga Kokap selama sang inisiator masih berdiri di tanah ini. Sistem itu berhenti berpura-pura. Tidak ada lagi tawaran museum digital, tidak ada lagi pengintai di udara, dan tidak ada lagi babad buatan di layar ponsel.

Malam harinya, sebuah pesan ultimatum muncul di layar laptop tuaku, bangkai komputer yang sejak awal kuletakan di sudut kamar. Meski mesin itu sudah mati tanpa baterai, arus induksi dari gelombang daya jarak jauh musuh memicu layarnya memercikkan baris teks monokrom:

"Anomali 01. Integrasi gagal. Batas komputasi tercapai. Serahkan teks orisinal, atau seluruh pangkalan data tulisan dan nama Arief Rahmanto di awan internet akan dihapus permanen."

Sebuah ancaman eksistensial bagi seorang penulis. Mereka mengancam akan membumihanguskan seluruh jejak digital yang pernah kubangun, dari artikel, esai, hingga identitas kepenulisanku dari seluruh mesin pencari dunia.

Lihat selengkapnya