Kosan Hantu Ganteng

Xielna
Chapter #3

BAB 3. Tangisan kecewa

Maira menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang rumah. Sebelum melangkah turun, dia menatap pantulan dirinya di spion tengah, menghapus sisa-sisa air mata yang merusak riasannya. Dia menarik napas panjang, mencoba memoles wajahnya sealami mungkin agar orang-orang di rumah tidak menangkap isyarat bahwa dunianya baru saja runtuh. Setelah merasa cukup tenang, Maira akhirnya keluar dan melangkah masuk ke dalam rumah.

Di dalam, suasana tetap hangat seperti biasanya—kontras yang menyakitkan dengan dingin yang kini mendekam di dada Maira. Bapak dan Ibu tampak asyik menonton televisi di ruang tengah, sementara sayup-sayup terdengar suara kedua adiknya yang masih sempat berdebat seru memperebutkan camilan di dapur.

"Assalamualaikum," ucap Maira lirih.

"Waalaikumussalam. Loh, kok sudah pulang, Kak? Bukannya sedang merayakan hari jadi dengan pacarmu?" tanya Ibu, menatapnya dengan raut heran.

Maira memaksakan sebuah senyum kecut yang hanya bertahan sesaat. "Sudah selesai, Bu. Hanya sebentar saja karena Maira merasa sangat lelah dan ingin segera istirahat," jawabnya berusaha tenang.

Lihat selengkapnya