Mereka kembali ke gua.
Ini bukan rencana awal. Rencana awal adalah terbang terus ke selatan setelah glider beres, memanfaatkan cuaca bersih pasca badai dan sisa siang yang masih ada. Tapi ketika Sovi duduk di kursi glider dengan lentera di satu tangan dan terjemahan parsial yang penuh tanda tanya di tangan lain, ada sesuatu yang membuat perintah berangkat tidak keluar dari mulutnya.
"Kita balik sebentar," katanya.
Rael yang sudah memegang tuas siap lepas landas menoleh. "Kenapa?"
"Belum selesai."
"Sovi, kita kehilangan hampir empat jam, "
"Tiga jam dua puluh menit. Dan ukiran itu bukan sekadar dekorasi, Rael. Itu sistem. Ada informasi di dalamnya yang mungkin tidak ada di tempat lain dan kalau kita pergi sekarang dan nanti butuh informasi itu, kita tidak bisa kembali dengan mudah."
Rael melepas tuasnya. Bukan dengan cara orang yang setuju tapi dengan cara orang yang tahu bahwa argumennya sudah kalah sebelum dimulai.
"Berapa lama?"
"Tidak tahu. Sampai selesai."
"Itu bukan jawaban yang membantu."
"Itu jawaban yang jujur."
Dunk sudah turun dari glider bahkan sebelum percakapan selesai, Kir melompat dari pundaknya ke tanah dan keduanya berjalan ke arah gua dengan cara dua entitas yang sudah mencapai kesepahaman soal prioritas. Rael mengikuti, meski dengan langkah yang sedikit lebih keras dari perlu.
Sovi membentangkan semua yang ia punya di lantai gua.
Peta kertas dibuka penuh, ditahan sudutnya dengan batu kecil. Ketiga jurnal nenek dibuka ke halaman-halaman yang sudah ditandai. Jurnalnya sendiri dengan kamus aksara parsial yang dibangun selama tiga jam sebelumnya. Scanner aktif diarahkan ke ukiran, menghasilkan peta topografi permukaan batu yang memperlihatkan kedalaman setiap goresan dengan presisi yang mata tidak bisa berikan. Dua lentera di posisi berbeda untuk menghilangkan bayangan yang menyesatkan.
Lalu ia mulai dari awal.
Metodenya: ambil simbol yang paling sering muncul di ukiran, cari simbol yang sama di peta nenek di mana konteksnya sudah diketahui, nama tempat, tanda arah, label jarak, lalu bangun tabel korespondensi. Ini bukan penerjemahan sejati karena ia belum tahu nilai fonetik dari aksara ini, ia hanya menghubungkan simbol dengan konsep. Tapi untuk saat ini, konsep sudah lebih dari cukup.
Rael duduk di dekatnya dan menonton selama sepuluh menit pertama dengan sabar yang tidak biasa untuknya. Lalu sepuluh menit lagi. Lalu pada menit dua puluh tiga ia tidak tahan.
"Ketemu apa?"
"Sebentar."
"Kamu bilang itu lima menit lalu."
"Dan aku masih butuh sebentar."
Rael berbalik ke Dunk yang duduk di dekat celah masuk gua dengan Kir di sampingnya. "Dia selalu begini?"
"Kamu kenal dia lebih lama dari aku," kata Dunk.
"Maksudku dalam konteks ini."
"Dalam konteks ini lebih."
Sovi tidak merespons. Telinga yang mendengarkan bisa sekaligus tidak mengikutsertakan suara yang tidak relevan, dan Rael sudah masuk kategori itu sejak tiga menit lalu.
Yang perlahan-lahan ia temukan, simbol per simbol: ukiran ini bukan satu teks tunggal. Ini tiga lapisan yang ditulis pada waktu berbeda, bisa dibedakan dari kedalaman erosi dan cara mineral mengendap di masing-masing segmen. Lapisan paling tua ada di bagian atas, garisnya paling tererosi. Lapisan paling baru ada di bagian bawah, masih relatif tajam. Di antara keduanya ada lapisan tengah.
Tiga orang berbeda, di tiga waktu berbeda, menulis di dinding yang sama.
Seolah tahu bahwa suatu hari ada yang akan datang dan membaca.
Lapisan pertama, yang paling tua, adalah yang paling sulit dibaca.
Erosinya paling parah, tapi ada cukup simbol yang masih bisa dikenali untuk mendapatkan maknanya secara kasar. Sovi mencocokkan dengan kamus parsialnya, menggeser dan menyesuaikan sampai ada yang mulai masuk akal.
"Lapisan pertama adalah peringatan atau instruksi, aku tidak bisa pastikan mana karena aksaranya terlalu tererosi," katanya akhirnya. "Tapi ada dua simbol yang berulang. Yang pertama, bentuknya seperti lingkaran dengan garis masuk ke dalam, ini juga ada di peta, di atas simbol Koloni Satu. Artinya kemungkinan tempat, atau lokasi, atau pusat."
"Dan simbol kedua?" tanya Rael.
"Lebih kompleks. Belum pernah aku lihat di peta mana pun. Ada satu garis yang melengkung ke bawah seperti akar yang menancap." Sovi menelusuri konturnya di udara tanpa menyentuh batu. "Belum bisa baca cara tepat membacanya. Tapi artinya kemungkinan sesuatu seperti simpul, atau pertemuan, atau titik pusat dari beberapa jalur. Dan kata ini disambungkan dengan simbol pertama dengan cara yang di aksara ini biasanya berarti atribut, jadi ini mungkin berarti simpul pusat atau, "
"Simpul Bawah," kata Rael.