Mereka naik kembali ke ruangan komputer setelah satu jam di bawah.
Bukan karena harus, tidak ada yang mengusir, tidak ada yang membatasi waktu. Tapi ada sesuatu tentang ruangan itu yang mengajarkan tanpa kata bahwa ini bukan tempat untuk berlama-lama sekaligus. Ini tempat yang perlu waktu untuk dicerna sebelum dikunjungi lagi, seperti makanan yang terlalu padat untuk dimakan terburu-buru. Mereka naik dengan tidak diucapkan tapi bersama, seperti kesepakatan yang terbentuk sendiri dari perasaan yang sama.
Di ruangan komputer, Sovi duduk di depan layar yang masih menyala dan mulai bekerja.
Ini yang ia bisa lakukan. Setelah satu jam merasakan sesuatu yang tidak ada kosakatanya dan tidak ada kerangka ilmiahnya yang cukup, kembali ke data terasa seperti menarik napas setelah terlalu lama menahan, bukan karena menghindar, tapi karena ini adalah cara ia memproses yang lain itu: melalui yang bisa diukur, melalui yang bisa dicatat, melalui angka dan sistem dan aksara yang perlahan-lahan sudah ia pelajari cukup untuk membaca.
Layar komputer menampilkan peta yang sudah mereka lihat kemarin. Tapi Sovi tidak menatap petanya sekarang, ia menatap pojok kanan bawah layar, di mana ada sesuatu yang semalam ia lihat sekilas tapi tidak sempat buka: sebuah ikon kecil yang pulsanya lemah, seperti sesuatu yang masih hidup tapi sudah lama tidak disentuh.
Arsip.
Ia menyentuh ikon itu dengan ujung jari.
Layar berubah.
Bukan langsung, ada jeda beberapa detik yang terasa seperti sistem yang sedang bangun dari tidur yang sangat panjang, memuat ulang sesuatu yang sudah lama tidak dimuat. Lalu tampilannya berubah dari peta ke daftar, panjang, sangat panjang, dalam aksara yang sudah Sovi cukup kenal untuk membaca judul-judulnya meski tidak semuanya dan tidak sepenuhnya.
Log harian. Ratusan. Ribuan.
Dari tahun koloni pertama sampai, Sovi menelusuri ke bawah, mencari entri terakhir, sampai satu titik yang timestamp-nya menunjukkan angka yang ia hitung dalam kepalanya dan mendapat: empat ratus sembilan puluh tujuh tahun yang lalu.
"Empat ratus tahun," katanya pelan.
"Apa?" tanya Rael dari sudut ruangan di mana ia duduk bersandar di dinding dengan mata setengah tertutup tapi telinga jelas terbuka.
"Log terakhir. Empat ratus sembilan puluh tujuh tahun yang lalu. Artinya seseorang masih di sini, atau masih mengakses sistem ini, sampai empat ratus tahun lalu."
"Jaringan itu," kata Dunk.
"Seseorang dari jaringan itu. Masih datang, masih mencatat, masih menjaga." Sovi menelusuri daftar lebih lama. "Lalu berhenti. Ada gap antara log terakhir dan sebelumnya, gap yang lebih panjang dari gap-gap sebelumnya. Seperti seseorang yang kunjungannya semakin jarang lalu tidak ada lagi."
"Meninggal?"
"Mungkin. Atau tidak ada penerus. Atau penerusnya tidak tahu cara sampai ke sini." Sovi duduk lurus. "Atau seseorang memutus jaringan itu dari luar."
Ruangan itu sunyi sebentar dengan cara yang menyimpan kemungkinan terakhir itu di udara lebih lama dari yang nyaman.
"Buka log pertama," kata Rael.
"Mana yang pertama?"
"Yang paling awal. Tahun pertama."
Sovi menggulir ke atas daftar yang panjang itu, sampai ke entri paling pertama, dan membukanya.
Log pertama singkat.
Ini yang tidak Sovi antisipasi, ia mengharapkan panjang, mengharapkan deklarasi, mengharapkan sesuatu yang formal seperti awal dari sesuatu yang sudah tahu dirinya penting. Yang ada di layar hanya dua paragraf pendek dalam aksara yang ia baca pelan-pelan, menerjemahkan simbol per simbol, membangun makna dari potongan-potongan yang tidak semua bisa ia isi dengan yakin.
Tapi cukup.
Ia membacakannya keras, dengan jeda di setiap bagian yang ia tidak yakin:
Jeda.
Sovi menutup log pertama.
"Maris," kata Rael. "Nama itu ada di mana tadi?"
"Di gua. Inisial M. di lapisan kedua ukiran." Sovi menelusuri daftar ke bawah. "Dan dalam jurnal nenek, juga inisial M, seseorang yang bekerja bersama nenek puluhan tahun lalu yang tidak pernah disebutkan nama lengkapnya."
"Nama yang sama turun selama dua ribu tahun."
"Atau nama yang berbeda yang dipegang oleh orang berbeda," kata Sovi. "Seperti gelar. Seperti posisi yang diwariskan." Ia berhenti di log yang jatuh di sekitar tahun ke-dua belas koloni, membukanya. "Ini."
Rael dan Dunk mendekat.
Log tahun ke-dua belas lebih panjang dari yang pertama. Tulisannya berbeda, tangan yang berbeda, tekanan yang berbeda, cara membentuk simbol yang sedikit berbeda. Bukan Teodan Veth yang menulis ini. Seseorang lain. Tapi isinya berhubungan langsung dengan yang pertama, seperti percakapan yang terpotong dan dilanjutkan oleh orang yang berbeda.
Sovi membaca dalam hati dulu sebelum memilih bagian mana yang akan dibacakan keras. Ada terlalu banyak untuk semuanya dibacakan sekarang, ini baru satu log, dan ada ribuan yang lain. Ia pilih satu bagian yang di antara semua yang ada di halaman ini adalah yang paling bisa berdiri sendiri tanpa konteks penuh.
Sovi berhenti membaca.
Ruangan sunyi dengan cara yang berbeda dari sunyi-sunyi sebelumnya, sunyi yang sibuk, sunyi yang penuh dengan orang-orang yang sedang mengolah sesuatu di dalam kepalanya masing-masing.
"Ia memperlihatkan sesuatu yang berbeda untuk masing-masing kita," kata Rael akhirnya.
"Ketuaan untukku," kata Rael. "Dan rasa ingin tahu."
"Struktur," kata Sovi. "Dan mungkin pengenalan."
"Kesepian," kata Dunk. Tidak butuh elaborasi.