Hari ketiga di Koloni Satu dimulai seperti hari kedua berakhir: dengan Sovi di depan komputer dan log yang terbuka dan aksara yang semakin familiar di matanya.
Ia sudah tidak perlu menerjemahkan simbol per simbol lagi. Setelah dua hari membaca, ada sesuatu yang terbentuk di kepalanya yang bukan hafalan dan bukan pemahaman penuh tapi di antaranya, semacam intuisi linguistik, cara pola menjadi bermakna sebelum bisa dijelaskan mengapa. Aksara yang dua hari lalu butuh dua menit per kalimat sekarang bisa ia baca dalam hitungan detik, meski masih ada bagian-bagian yang ia harus berhenti dan tebak dan sering kali tebakannya tidak yakin.
Rael tidur lebih lama dari biasanya, ini hari ketiga, tubuhnya sudah membayar hutang yang menumpuk sejak perjalanan dimulai. Dunk sudah bangun dan sudah ke bawah, ia pergi ke ruangan Echo setiap pagi sekarang, sendirian, dengan cara yang tidak ia jelaskan dan yang tidak Sovi atau Rael tanya karena ada hal-hal yang lebih berguna ditanyakan dan ada hal-hal yang cukup dibiarkan menjadi apa adanya.
Kir menemani Dunk ke bawah. Tentu saja.
Sovi membuka log dari periode yang belum ia baca, tahun-tahun di antara Teodan Veth dan nenek, ratusan tahun di mana jaringan itu terus ada tapi semakin tipis. Ada yang menarik di sana: cara masing-masing generasi penjaga menyesuaikan metodenya. Yang paling awal turun dengan tali dan menghabiskan berhari-hari. Yang setelahnya lebih cepat, lebih terlatih. Lalu ada generasi di tengah yang hanya bisa turun sekali dalam beberapa tahun karena kondisi semakin sulit, ada log yang menceritakan bagaimana anggota jaringan yang tersisa harus berpura-pura pergi berlibur untuk bisa menghilang cukup lama tanpa dicurigai.
Itu yang menarik Sovi. Bukan tekniknya. Tapi betapa biasanya keseharian mereka di sekitar rahasia yang tidak biasa ini. Mereka punya pekerjaan, punya keluarga, punya tagihan yang perlu dibayar dan tanaman yang perlu disiram dan rapat komunitas yang membosankan yang tetap perlu dihadiri. Mereka menyimpan sesuatu yang mungkin paling besar dari semua yang pernah disimpan manusia, dan tetap harus menyetrika baju keesokan paginya.
Sovi tersenyum kecil membaca salah satu log dari dua ratus tahun lalu yang penulisnya menceritakan dengan sangat serius bagaimana ia hampir terlambat ke pernikahan saudaranya karena turun ke ngarai lebih lama dari rencana karena sistem tali yang ia buat sendiri mengalami masalah teknis di pertengahan turun.
Manusia, pikirnya. Selalu manusia dulu.
Scanner di meja di sebelah komputer, yang ia biarkan aktif dalam mode monitoring pasif sejak kemarin karena kebiasaannya untuk tidak pernah mematikan pengumpulan data selama ada sesuatu yang bisa dikumpulkan, berbunyi.
Satu kali. Pelan. Bunyi yang di setting normal adalah bunyi notifikasi standar tapi yang ia set ke volume paling rendah karena tidak mau mengganggu baca tapi yang artinya: ada yang berubah dalam data yang sedang dipantau.
Sovi melihat ke scanner.
Lalu duduk lebih tegak.
Lalu berdiri.
Data yang berubah bukan dari dalam ngarai.
Sovi butuh tiga puluh detik untuk memproses ini karena pikirannya masih di log dan masih di aksara dan tiga puluh detik adalah waktu yang nyata ketika ada sesuatu yang perlu dipahami dengan cepat. Scanner mendeteksi sinyal di lapisan atmosfer atas, bukan sinyal komm, karena sinyal komm di area ini sudah tidak ada sejak kilometer delapan puluh tiga. Ini sesuatu yang berbeda: sinyal navigasi. Frekuensi yang hanya digunakan oleh kapal yang sedang dalam proses mendarat atau melakukan survei udara rendah.
Di atas mereka.
Sekarang.
Sovi membuka layar penuh scanner dan mulai mengurai data. Sinyal itu tidak kuat, terlalu jauh untuk kuat, masih di lapisan yang berarti kapalnya belum turun rendah. Tapi ada, konsisten, dengan frekuensi pembaruan yang menunjukkan kapal yang aktif bergerak bukan diam. Arahnya: dari barat laut, bergerak ke tenggara.
Ke arah ngarai.
Sovi menekan tombol enkripsi identifikasi, fungsi scanner yang ia tambahkan sendiri sebagai modifikasi sebelum berangkat, modul yang membandingkan pola sinyal dengan database kapal yang pernah ia unduh dari arsip publik Federasi. Database itu tidak lengkap dan tidak mutakhir tapi cukup untuk identifikasi kasar.
Hasilnya muncul dalam delapan detik.
Kelas kapal: survei medium, kapasitas enam belas orang plus kargo. Bukan kapal militer, tidak ada enkripsi militer di sinyalnya. Tapi pola frekuensinya tidak cocok dengan kapal pemerintah daerah Ager Nova yang biasanya menggunakan protokol berbeda. Yang paling cocok dari database adalah,
Korporasi.
Scanner menampilkan satu nama: Varda Extraction Holdings. Perusahaan yang dalam database yang Sovi punya tercatat sebagai konsorsium sumber daya dengan operasi di sebelas sistem bintang, spesialisasi dalam ekstraksi mineral dan energi geothermal dari planet-planet dengan aktivitas tektonik tinggi.
Geothermal.
Sovi membaca kata itu di layar dan sesuatu di dadanya bergeser dengan cara yang tidak bisa dijelaskan sebagai reaksi kimia tapi yang terasa persis seperti itu, adrenalin, mungkin, atau sesuatu yang lebih dalam dari adrenalin, sesuatu yang namanya mungkin adalah ancaman yang sudah lama ditakutkan oleh dua ribu delapan ratus tahun orang-orang yang menyimpan rahasia ini akhirnya tiba.
Ia berlari ke tangga turun.
"Rael!"
Rael terbangun dengan cara orang yang biasa tidur ringan tapi kelelahan membuat tidurnya terlalu dalam, matanya terbuka tapi tubuhnya tidak langsung mengikuti, satu detik lag yang di situasi normal tidak masalah tapi yang Sovi tidak punya waktu untuk.
"Ada kapal," kata Sovi sebelum Rael sepenuhnya duduk tegak.
Tiga kata yang cukup. Rael duduk tegak dalam satu gerakan.
"Di mana?"
"Atmosfer atas, bergerak ke sini. Korporasi, Varda Extraction. Spesialis geothermal."
Satu detik. Dua detik.
"Geothermal."
"Ya."
"Mereka tahu tentang Echo."
"Mereka tahu ada anomali termal yang signifikan di area ini. Apakah mereka tahu apa anomali itu, belum bisa disimpulkan." Sovi sudah berbicara sambil bergerak, sudah kembali ke scanner, sudah menghitung. "Tapi arah geraknya konsisten dengan pendekatan survei ke koordinat NV-7. Dan mereka tidak terbang rendah, mereka masih di ketinggian yang berarti mereka belum tahu di mana tepatnya sumber anomalinya. Mereka cari."
Dunk muncul dari pintu tangga dengan Kir di pundaknya, wajahnya membaca ruangan dalam satu pandang. "Masalah?"
"Kapal survei korporasi di atas," kata Rael.
"Berapa lama sampai mereka ke sini?"
"Tergantung seberapa cepat mereka bisa mempersempit lokasi," kata Sovi. "Dari ketinggian sekarang, kalau mereka punya peralatan survei standar korporasi kelas menengah, satu sampai dua hari sebelum bisa mendarat di zona yang tepat. Kalau peralatannya lebih canggih, mungkin setengah hari."
"Setengah hari," ulang Rael.
"Mungkin. Kemungkinan terburuk."
Rael berdiri dan berjalan ke jendela, tidak ada jendela di Koloni Satu, tentu saja, tapi kebiasaan tubuh saat berpikir sulit dihilangkan, dan ia berjalan ke dinding dan berdiri menghadapnya seperti ada pemandangan di sana. "Kita perlu naik. Lihat langsung."
"Kalau kita naik dan mereka sudah cukup rendah, "