KOSMOS: DI BAWAH LANGIT

Dio Septian
Chapter #24

Agri Prime

Agri Prime adalah kota yang tidak pernah benar-benar terasa seperti kota bagi orang yang tumbuh di Garven.

Ini yang Rael rasakan ketika glider mereka mendekati dari selatan dan pemandangan berubah dari ladang dan desa kecil ke sesuatu yang berbeda skalanya. Gedung-gedung yang tingginya tidak ada di desa mana pun yang pernah ia kunjungi. Jalan-jalan yang lebarnya lebih dari dua kali jalan di Garven. Pelabuhan antarplanet di sisi timur kota yang menara-menaranya terlihat dari dua puluh kilometer jauh, berkilau di cahaya pagi dengan cahaya yang bukan amber tapi putih bersih karena sudah ada sistem penerangan mandiri di sana yang tidak bergantung pada warna langit.

"Terakhir kali aku ke sini umur sembilan," kata Rael. "Kelihatan lebih besar sekarang."

"Kamu yang lebih kecil waktu itu," kata Sovi.

"Iya tapi juga sepertinya kota ini tumbuh."

"Populasi Agri Prime naik empat belas persen dalam sepuluh tahun terakhir," kata Sovi. "Pusat distribusi pangan untuk sistem bintang ini diperluas dua kali sejak kamu terakhir ke sini. Kota ini memang lebih besar."

"Kamu hafal statistik kota ini."

"Aku hafal statistik semua kota besar di Ager Nova. Berguna untuk konteks."

Dunk dari belakang: "Tempat mendarat di mana?"

"Area sipil di sebelah barat pelabuhan," kata Sovi. "Ada terminal pendaratan umum. Kita bisa parkir di sana tanpa harus mendaftarkan tujuan kunjungan."

"Kita perlu sembunyi?"

"Kita perlu hati-hati. Itu berbeda." Sovi menutup peta di scannernya. "Varda Extraction punya kantor di Agri Prime. Kemungkinan kecil seseorang memperhatikan tiga anak desa yang datang dengan glider pertanian, tapi kemungkinan kecil bukan kemungkinan nol."

Rael menurunkan ketinggian ke jalur pendaratan yang ditunjukkan panduan otomatis kota. Di bawah mereka, Agri Prime bergerak dengan cara kota besar bergerak: banyak, cepat, tidak peduli pada siapapun secara individual. Yang dari satu sisi terasa mengancam dan dari sisi lain sangat berguna kalau yang kamu inginkan adalah tidak diperhatikan.

Mereka mendarat di terminal sipil.

Seseorang di loket parkir meminta nama dan tujuan kunjungan. Rael menyebut nama dan bilang urusan keluarga. Petugas itu tidak mengangkat matanya dari layar ketika mencatat dan mengembalikan kartu parkir. Persis seperti yang Sovi prediksi: tidak ada yang peduli.

Kir ada di dalam jaket Dunk, tersembunyi, karena Sovi memutuskan membawa makhluk asing yang tidak ada di database fauna mana pun ke kota terbesar di planet ini bukan ide yang bijak dan Dunk setuju meski dengan cara yang menunjukkan ia tidak sepenuhnya senang dengan pengaturan ini.

Mereka keluar ke jalan. Kota besar Agri Prime menyambut mereka dengan cara kota besar menyambut semua orang: tidak sama sekali.

Alamat yang ada di jurnal nenek adalah alamat yang ditulis tiga puluh tahun lalu.

Sovi sudah mempertimbangkan ini. Tiga puluh tahun adalah waktu yang cukup panjang untuk alamat tidak lagi valid, untuk gedung dirubuhkan dan dibangun ulang, untuk seseorang pindah atau meninggal atau lupa tentang hal-hal yang pernah penting. Tapi tidak ada pilihan lain. Ini satu-satunya kontak dari dunia yang mereka baru tinggalkan, satu-satunya jembatan yang bisa ia temukan antara apa yang mereka bawa dan orang-orang yang bisa melakukan sesuatu dengan apa yang mereka bawa.

Alamat itu menunjuk ke distrik utara kota, area yang di peta kota terlihat lebih tua dari sekitarnya karena bangunannya lebih rendah dan lebih rapat. Sovi menavigasi menggunakan peta publik di scanner, mengarahkan mereka melewati jalan-jalan yang lebih sempit dari jalan utama tapi yang lebih mudah dilewati tanpa terlalu banyak diperhatikan.

Rael berjalan di sebelah Sovi dan Dunk di belakang keduanya. Ritme yang sudah terbentuk selama dua minggu perjalanan dan yang rupanya tidak sepenuhnya hilang hanya karena sekarang mereka di trotoar bukan di padang.

"Siapa yang kita cari?" tanya Rael.

"Jurnal nenek menyebutnya dengan inisial R.K. Perempuan, akademisi, bidang geologi planet." Sovi tidak mengangkat matanya dari peta. "Tiga puluh tahun lalu ia adalah peneliti di Institut Sains Planet Ager Nova. Lembaganya masih ada, aku cek kemarin. Tapi tidak tahu apakah R.K. masih di sana."

"Dan kalau tidak ada?"

"Kita coba jalur lain. Lembaganya sendiri. Atau kontak yang bisa aku temukan dari nama-nama lain di log Koloni Satu." Sovi berhenti di persimpangan, mengecek arah. "Tapi R.K. adalah yang paling langsung. Nenek menulis tentang dia dengan cara yang berbeda dari nama-nama lain, lebih personal, seperti seseorang yang ia percaya bukan hanya karena posisinya."

"Seperti teman," kata Dunk.

"Atau seperti seseorang yang pernah hampir tahu. Yang pernah cukup dekat dengan kebenaran tapi yang tidak pernah mendapat bukti yang cukup untuk melanjutkan."

"Dan kita yang bawa buktinya."

"Kita yang bawa buktinya."

Distrik utara kota terasa berbeda dari pusat. Lebih tenang, lebih ada sisa-sisa waktu yang lewat di dindingnya, bangunan-bangunannya tidak setinggi pusat kota tapi yang ada di dalamnya lebih sulit ditebak dari luar. Di salah satu sudut ada kafe yang pintu kayunya sudah dicat ulang tapi yang kusen jendelanya masih asli dari puluhan tahun lalu berdasarkan model arsitekturnya. Di seberangnya ada toko buku fisik yang jenis barang jualannya sudah tidak ada banyak pembelinya di era ini tapi yang tetap ada karena ada orang-orang tertentu yang tidak mau mengganti cara mereka membaca.

"Di sini," kata Sovi.

Mereka berhenti di depan bangunan empat lantai yang tidak berbeda dari bangunan-bangunan di sekitarnya kecuali ada papan kecil di samping pintu masuk yang bertuliskan nama lembaga dalam huruf yang sudah agak pudar. Institut Sains Planet Ager Nova. Cabang Utara.

Rael menatap papan itu. "Kecil dari yang aku bayangkan."

"Ilmu pengetahuan yang tidak dibeli biasanya beroperasi dari gedung yang tidak besar," kata Sovi. "Itu bukan kelemahan. Itu konsekuensi dari tidak menerima uang dari orang yang minta sesuatu sebagai imbalan."

"Kita masuk?"

"Kita masuk."

Resepsionis di lantai dasar adalah perempuan muda yang memakai kacamata tebal dan yang cara melihatnya ke tiga pengunjung yang masuk dari pintu menunjukkan bahwa ia terbiasa dengan orang yang datang tanpa janji tapi tidak selalu terbiasa dengan orang yang datang setampan tidak seperti peneliti ini.

"Ada yang bisa dibantu?"

"Kami mencari R.K.," kata Sovi langsung. "Peneliti bidang geologi planet. Kami tidak tahu nama lengkapnya."

Resepsionis itu menatap mereka sebentar dengan ekspresi orang yang sedang mengevaluasi apakah pertanyaan ini wajar atau tidak. "Bisa saya tanya keperluan?"

"Kami punya data lapangan dari selatan Ager Nova yang mungkin relevan dengan penelitiannya."

"Data dari mana?"

"Eksplorasi independen."

"Kalian bukan peneliti."

Lihat selengkapnya