KOSMOS: PERANG ANTTAN

Dio Septian
Chapter #5

Kontrak yang Tidak Bisa Ditandatangani (Erael)


Erael bangun sebelum jam yang disepakati dan duduk di tepi tempat tidur selama beberapa saat tanpa melakukan apa-apa.

Veth-nya sudah aktif sejak dini hari, berpendar dalam ritme yang tidak teratur seperti seseorang yang tidur gelisah dan terbangun beberapa kali. Erael tidak bisa memastikan apakah itu respons terhadap kondisi dirinya sendiri atau terhadap sesuatu di lingkungan kamar ini yang masih asing bagi Veth-nya. Mungkin keduanya. Mungkin keduanya tidak bisa dipisahkan.

Ia pergi ke sudut di mana dua pot tanaman itu berdiri.

Malam tadi salah satu tanaman itu tampak sedikit layu di tepi daunnya, dan seseorang, entah siapa, sudah menyiramnya sebelum Erael bangun karena tanahnya kini lembab lagi. Detail kecil itu membuat Erael berdiri di depan pot itu lebih lama dari yang diperlukan. Ada seseorang di gedung ini yang memperhatikan bahwa tanaman itu membutuhkan air dan memutuskan untuk mengurusnya. Itu bukan tugasnya dalam kapasitas protokol diplomatik apapun. Itu hanya seseorang yang melihat sesuatu yang membutuhkan perhatian dan memberikan perhatian itu.

Erael tidak tahu mengapa detail seperti itu bisa membuatnya lebih siap menghadapi hari ini daripada semua catatan dan persiapan yang ia lakukan selama berminggu-minggu sebelum keberangkatan.

Tapi bisa.

Ia membasuh mukanya, mengenakan pakaian resmi Majelis yang bahannya terlalu berat untuk cuaca Zaer tapi yang tidak bisa ia tinggalkan karena membawa makna yang melampaui kenyamanan, dan pergi ke ruang makan kecil di lantai yang sama tempat sarapan sudah disiapkan.

Rakan sudah ada di sana.

Ia berdiri di dekat jendela dengan cangkir sesuatu yang berasap di tangannya, menatap keluar ke kota yang sudah bergerak di bawah. Ketika Erael masuk ia berbalik, dan untuk sepersekian detik sebelum ekspresi profesionalnya kembali ke tempatnya, Erael menangkap sesuatu di wajahnya yang mungkin adalah kelelahan. Bukan kelelahan fisik. Kelelahan yang lebih dalam dari itu.

"Tidur tidak baik?" tanya Erael.

Rakan menatapnya sebentar, seperti mempertimbangkan apakah pertanyaan itu memerlukan jawaban yang jujur atau jawaban yang protokoler. "Cukup," katanya akhirnya, yang artinya mungkin tidak cukup sama sekali.

Erael mengambil tempat duduk di meja kecil itu. Makanan yang tersedia bukan makanan Sentra, tentu saja, tapi Rakan rupanya sudah meminta sesuatu yang cukup netral untuk bisa dikonsumsi oleh biologi Sentralis. Erael menghargai pertimbangan itu bahkan ketika ia tidak punya selera makan yang berarti.

"Sesi pertama dimulai satu jam lagi," kata Rakan. "Ada yang perlu kamu ketahui sebelum masuk."

Erael menatapnya.

"Ada tiga pihak di ruangan itu hari ini. Saya. Perwakilan Dewan Ekstraksi, yang mengawasi operasi penambangan. Dan perwakilan Komando Pertahanan." Rakan berhenti sebentar. "Komando Pertahanan hadir bukan untuk mengancam. Mereka hadir karena setiap pertemuan dengan pihak luar wajib melibatkan mereka berdasarkan protokol kami. Tapi kamu perlu tahu bahwa mereka bukan bagian dari pihak yang mau bernegosiasi."

"Mereka hadir untuk mengamati."

"Dan untuk memastikan saya tidak menjanjikan sesuatu yang tidak bisa dipenuhi."

Erael menyerap informasi itu. "Terima kasih sudah memberitahu saya."

Rakan mengangguk satu kali dan kembali menatap ke luar jendela. Di luar, kota Zaer bergerak dengan efisiensinya yang khas, dan Erael menatap punggungnya dari kursi dan berpikir bahwa ada sesuatu dalam cara Rakan berdiri pagi ini yang berbeda dari kemarin. Sesuatu yang lebih berat tapi juga lebih... terbuka. Seperti seseorang yang sudah memutuskan sesuatu tapi belum yakin keputusan itu benar.

Erael ingin bertanya. Ia memilih untuk tidak, karena ada waktu untuk pertanyaan dan waktu untuk membiarkan sesuatu berkembang sendiri, dan pagi sebelum sesi pertama negosiasi bukan waktu yang tepat untuk mendorong.

Ruang negosiasi berada di lantai atas gedung administratif utama, dengan dinding kaca yang menghadap kota di tiga sisi. Erael langsung tidak suka ruangan itu.

Bukan karena tidak nyaman. Ruangannya cukup besar, mejanya cukup luas, kursi-kursinya dirancang untuk sesi yang panjang. Yang membuat Erael tidak nyaman adalah transparansinya. Di Sentra, ruang-ruang pertemuan penting selalu dibuat tertutup, dindingnya dari batu atau kayu, atapnya rendah. Bukan karena kerahasiaan tapi karena ketertutupan menciptakan keintiman, dan keintiman membantu kejujuran.

Ruangan kaca ini terasa seperti didesain untuk pertunjukan.

Perwakilan Dewan Ekstraksi bernama Sova, perempuan setengah baya dengan rambut yang dipotong pendek dan cara duduk yang membuat Erael berpikir tentang seseorang yang sudah duduk di banyak meja negosiasi sebelum ini dan sudah lama berhenti mengharapkan sesuatu yang mengejutkan keluar darinya. Perwakilan Komando Pertahanan tidak memperkenalkan namanya, hanya jabatannya, dan mengambil kursi di sudut yang sedikit terpisah dari meja utama dengan cara yang menegaskan bahwa ia memang di sini untuk mengamati bukan berpartisipasi.

Rakan membuka sesi dengan ringkasan situasi yang singkat dan akurat. Ia tidak melebihkan, tidak mengurangi, tidak menggunakan bahasa yang membenarkan atau menyalahkan siapapun secara eksplisit. Erael mencatat itu.

Kemudian ia mempersilakan Erael berbicara.

Erael sudah mempersiapkan kata-kata pembukaannya sejak berminggu-minggu lalu dan sudah merevisinya setiap malam dalam empat hari perjalanan ke sini. Tapi ketika ia membuka mulut, yang keluar bukan versi yang sudah ia persiapkan.

"Saya tidak datang dengan tuntutan," kata Erael. "Saya datang dengan pertanyaan. Dan pertanyaan pertama saya adalah ini: apakah kalian memiliki konsep dalam bahasa atau budaya Zaer yang paling mendekati kata Vaethan?"

Sova menatapnya dengan ekspresi yang tidak berubah. "Kami sudah mempelajari terminologi dasar Sentralis sebelum pertemuan ini. Vaethan adalah ikatan biologis antara Sentralis dan lingkungannya."

"Itu definisi teknisnya," kata Erael. "Saya menanyakan konsep yang paling mendekati dalam budaya kalian. Bukan terjemahannya. Analoginya."

Sova berpikir sebentar. "Kepemilikan," katanya akhirnya. "Dalam pengertian bahwa sesuatu menjadi bagian dari identitas seseorang."

"Lebih dekat," kata Erael. "Tapi kepemilikan mengasumsikan bahwa seseorang memiliki sesuatu. Vaethan lebih tepat digambarkan sebagai dua hal yang saling memiliki satu sama lain. Tanah memiliki Sentralis sama seperti Sentralis memiliki tanah."

Ruangan itu diam sebentar.

"Apa relevansinya dengan insiden di sabuk asteroid?" tanya Sova. Nadanya bukan tidak sopan. Tapi langsung.

"Relevansinya adalah ini," kata Erael. "Ketika kalian menghancurkan asteroid tempat Vaethan terbentuk, kalian tidak menghancurkan properti. Kalian tidak menghancurkan monumen. Kalian memutus koneksi biologis yang integral dengan kelangsungan hidup Sentralis yang terjalinan dengan tempat itu. Dan Sentralis yang Vaethan-nya terputus secara paksa tidak bisa bertahan. Bukan karena kesedihan. Karena fisiologi."

Sova tidak langsung merespons. Erael melihat matanya bergerak sedikit ke arah Rakan, lalu kembali.

"Dokumentasi medis tentang hal ini tersedia," lanjut Erael. "Saya membawanya. Tapi saya ingin kalian memahaminya bukan sebagai data medis tapi sebagai kenyataan yang berarti: setiap kali operasi penambangan menghancurkan formasi yang menjadi Penghubung Vaethan, Sentralis yang terikat dengannya mati. Tanpa pengecualian. Tanpa kemungkinan pemulihan."

Sova meletakkan tangannya rata di meja. "Survei kami tidak mendeteksi keberadaan Vaethan di lokasi-lokasi tersebut."

Lihat selengkapnya