Pemanggilan dari Sang Penghubung datang tiga hari setelah serangan ke Lethar. Erael menerimanya bukan melalui kurir atau sinyal komunikasi resmi tapi melalui Jalinan, cara yang jarang digunakan Sang Penghubung untuk memanggil seseorang karena memerlukan kondisi tertentu yang tidak selalu terpenuhi: si pemanggil dan yang dipanggil harus terhubung ke titik-titik Jalinan yang memiliki jalur yang cukup bersih antara keduanya, dan pesannya tidak bisa panjang atau kompleks karena Jalinan bukan sistem komunikasi yang dirancang untuk kata-kata, ia hanya bisa menyampaikan kondisi dan urgensi.
Yang Erael terima pagi itu, ketika tangannya menyentuh akar Lethis di taman kecilnya, adalah sesuatu yang paling dekat dengan kata segera yang bisa disampaikan Jalinan: tekanan yang intens dan terarah, hangat tapi tidak nyaman, seperti tangan di bahunya yang mendorong ke satu arah tanpa memberi pilihan untuk menolak.
Ia sudah bersiap sebelum sinar pertama Anttan menyentuh atap kota.
Kediaman Sang Penghubung bukan gedung yang megah.
Ini adalah sesuatu yang kadang mengejutkan tamu dari luar Federasi Sentralis yang mengharapkan arsitektur kekuasaan yang menunjukkan dirinya sendiri dengan cara yang mudah dibaca. Kediaman Sang Penghubung adalah bangunan yang lebih tua dari hampir semua struktur di ibu kota, dibangun dari batu Telhar yang sama dengan yang ada di seluruh kota tapi yang di sini sudah begitu lama menjadi bagian dari Jalinan sampai permukaannya terasa berbeda dari yang lain ketika disentuh, lebih dalam, lebih penuh, seperti kayu yang sudah begitu lama terendam air sampai ia tidak lagi bisa dibedakan dari sesuatu yang tumbuh organik.
Erael pernah ke sini dua kali sebelumnya. Pertama ketika ia baru dilantik sebagai anggota Majelis Filamen dua belas siklus lalu, upacara pengenalan yang dilakukan setiap anggota baru. Kedua ketika ia diminta menjadi konsultan dalam negosiasi batas wilayah kecil dengan komunitas yang tidak punya hubungannya dengan Zaer sama sekali.
Kedua kali itu ia menunggu di ruang tamu.
Kali ini ia langsung dibawa masuk.
Pemandu yang membawanya tidak berkata apa-apa selama perjalanan melalui lorong-lorong yang lebih sempit dari yang terlihat dari luar, lorong yang dindingnya ditumbuhi sesuatu yang bukan lumut dan bukan tanaman tapi yang hidup dengan cara yang tidak salah lagi, organisme yang sudah menjadi bagian dari bangunan ini selama begitu lama sampai keduanya tidak bisa lagi dipisahkan.
Sang Penghubung ada di ruangan terdalam, ruangan yang tidak punya jendela ke luar tapi yang tidak terasa gelap karena dindingnya memancarkan cahaya redup yang berasal dari bioluminesensi organisme-organisme yang tumbuh di sana. Cahaya yang tidak berkedip, tidak terarah, hanya ada merata dan sabar seperti cahaya dari sesuatu yang tidak mengenal terburu-buru.
Sang Penghubung yang sekarang bernama Vael. Ia sudah menjabat empat belas siklus dan selama itu Erael tidak pernah punya alasan untuk berinteraksi dengannya secara langsung lebih dari beberapa kali setahun dalam sesi Majelis resmi. Yang Erael tahu tentang Vael bukan dari interaksi langsung tapi dari cara orang-orang yang sering berurusan dengannya berbicara: bahwa Vael tidak pernah mengambil keputusan yang tidak perlu diambilnya, dan bahwa ketika ia mengambil keputusan ia tidak pernah mengambilnya setengah-setengah.
Vael duduk di lantai, bukan di kursi. Tangannya di atas akar yang mencuat dari lantai ruangan itu, akar yang terhubung ke Jalinan dengan cara yang paling langsung yang mungkin ada di seluruh bangunan ini. Veth-nya memancarkan cahaya yang sangat tenang, biru yang hampir putih, warna yang Erael asosiasikan dengan kondisi yang paling jarang ia lihat pada siapapun: keputusan yang sudah selesai dibuat dan yang tidak lagi memerlukan keraguan.
Erael duduk di hadapannya tanpa diminta. Tidak ada kursi di ruangan ini. Hanya lantai dan akar dan cahaya yang sabar.
"Kamu tahu mengapa kamu dipanggil," kata Vael. Bukan pertanyaan.
"Lethar," kata Erael. "Dan apa yang terjadi setelah Lethar."
Vael mengangguk sangat pelan. "Majelis bertemu kemarin. Kamu tidak hadir karena kamu tidak diundang. Keputusan yang diambil di sana tidak memerlukanmu untuk hadir karena keputusannya sudah bisa diprediksi oleh siapapun yang cukup memperhatikan arah yang diambil sejak sebulan terakhir."
Erael menunggu.
"Perang total," kata Vael. "Bukan lagi tindakan militer terbatas sebagai tekanan negosiasi. Federasi Sentralis memutuskan untuk menggunakan seluruh kapasitas militer yang tersedia untuk mendorong Zaer keluar dari seluruh Sistem bintang Anttan, bukan hanya dari sabuk asteroid."
Erael menerima kalimat itu dengan diam. Bukan karena tidak terkejut tapi karena terkejut memerlukan energi yang tidak ia miliki untuk hal yang sudah sejak lama bergerak ke arah ini meski ia tidak mau melihatnya.
"Dan Rakan," kata Erael akhirnya. "Jalur komunikasi yang ia janjikan."
"Semua jalur komunikasi dengan Zaer ditutup efektif kemarin. Protokol perang penuh."
"Ia berjanji untuk mencoba dari dalam."
"Saya tahu apa yang ia janjikan," kata Vael, dan nadanya bukan tidak simpatik. "Saya juga tahu bahwa janji seseorang yang bergerak di dalam sistem yang besar tidak selalu bisa dipegang bukan karena orang itu tidak berintegritas tapi karena sistem yang besar bergerak dengan logikanya sendiri yang tidak selalu bisa dimodifikasi oleh satu orang meski orang itu bermaksud baik."
Erael menatap tangannya di pangkuannya. Veth-nya berpendar dalam warna yang tidak ia interpretasikan karena saat ini ia tidak punya kapasitas lebih untuk interpretasi.