KOSMOS: SALINAN KEBELAS

Oleh: Dio Septian

Blurb

Pada tahun 4.880 EG kalender era galaktik, di kota Velund yang berdiri di bawah langit abu keunguan planet Lucastea, teknologi kloning manusia sudah ada selama empat puluh tahun — tapi hak hukumnya belum. Salinan adalah properti yang bisa berbicara, aset yang bisa berjalan, manusia yang tidak diakui sebagai manusia. Aldric Voss-1, pendiri Voss Synthetics dan orang terkaya ketujuh di Lucastea, mencetak sebelas salinan dirinya selama tujuh tahun. Kemudian ia ditemukan mati di ruangan yang terkunci dari dalam, dengan luka yang tidak bisa dijelaskan oleh cara kematian mana pun yang dikenal forensik.
Salinan kesebelas — yang baru dua belas hari ada di dunia — langsung menjadi tersangka utama. Bukan karena ada bukti. Tapi karena tidak ada yang lebih mudah dituduh dari seseorang yang secara hukum tidak bisa membela dirinya sendiri.
Salinan Kesebelas adalah novel tentang seseorang yang harus menyelidiki pembunuhan yang menjadikannya tersangka, dengan satu-satunya senjata yang ia punya: tiga puluh delapan tahun memori orang yang mati — dan sebelas hari pengalamannya sendiri yang mulai tumbuh menjadi sesuatu yang berbeda dari keduanya.
Ditulis dalam sudut pandang orang pertama yang ketat, novel ini mengikuti Voss-11 saat ia menelusuri sepuluh "cermin dirinya" — salinan-salinan yang sudah ada lebih lama, yang masing-masingnya telah berkembang menjadi orang yang sangat berbeda dari titik awal yang sama. Voss-2 yang terlalu patuh. Voss-3 yang sudah membuang nama Voss dan membangun gerakan hak salinan. Voss-4 dan Voss-5, kembar kecelakaan yang berbicara dalam bahasa yang tidak bisa diterjemahkan orang luar. Voss-6 yang hancur oleh ketidakmampuan menerima dirinya sendiri. Dan Voss-10 — yang tidak pernah ada dalam satu pun catatan resmi, yang menghilang sejak hari pertamanya, yang meninggalkan sebuah perangkat berisi kebenaran yang sudah menunggu untuk ditemukan oleh seseorang yang belum rusak oleh semua yang terjadi sebelumnya.
Di balik pembunuhan, Voss-11 menemukan lapisan yang lebih dalam: teknologi penanda selular yang dikembangkan diam-diam selama dua belas tahun, memori salinan yang disabotase secara sistematis, dan seorang direktur operasional yang menggunakan kebencian salinan terhadap penciptanya sebagai alat untuk mengkonsolidasi kekuasaan tanpa perlu mengotori tangannya sendiri. Kebenaran tentang siapa yang membunuh Aldric Voss-1 ternyata kurang penting dari kebenaran yang lebih besar: sistem apa yang memungkinkan pembunuhan itu terjadi — dan sistem apa yang perlu ada agar tidak ada lagi yang perlu membunuh untuk bisa tetap hidup.
Novel ini mengajukan pertanyaan yang tidak punya jawaban mudah: jika seseorang lahir dengan kepribadian dan memori orang lain yang lengkap, apakah pikiran yang tumbuh di dalamnya masih bisa disebut miliknya sendiri? Dan jika ya — haruskah hak atas pikiran itu lebih kecil dari hak orang yang menjadi asal-usulnya?

Lihat selengkapnya