Hal pertama yang kuingat adalah cahaya.
Bukan cahaya yang hangat, bukan cahaya seperti yang ada di memori Aldric tentang pagi-pagi di
Jenewa, ketika matahari masuk miring melalui jendela apartemen lantai sebelas dan membuat debu
di udara tampak seperti bintang-bintang kecil yang berdansa. Bukan itu. Cahaya ini putih, steril,
datar, cahaya yang tidak mau berdamai dengan bayangan, cahaya yang mengusir semua
kemungkinan teduh dari ruangan.
Cahaya fasilitas kloning.
Kamu sudah tahu di mana kamu berada, kata seseorang di dalam kepalaku. Bukan suara luar.
Suara itu adalah aku sendiri, atau lebih tepatnya, adalah Aldric Voss-1 yang sudah tidak ada lagi,
berbicara dari dalam tumpukan memori yang ia wariskan kepadaku sebelum ia mati.
Sebelum seseorang membunuhnya. Perbedaan itu penting.
Teknisi yang bertugas membangunkanku bernama Dara. Ia tidak memperkenalkan diri, aku
hanya tahu namanya karena ada di dada sebelah kirinya, huruf-huruf biru di atas latar putih: DARA
M. / DIVISI AKTIVASI / TINGKAT KEAMANAN 3. Ia memeriksa layar di sebelah kapsulku
dengan ekspresi orang yang sedang mengisi formulir, bukan orang yang sedang membangunkan
manusia.
"Voss-11," katanya, tanpa mendongak. "Tanggal aktivasi: dua belas Maret, dua ribu delapan
puluh tujuh. Pukul tiga empat puluh dua dini hari. Bisa sebutkan nama lengkapmu?"
Tenggorokanku terasa seperti pertama kali digunakan, karena memang begitu. "Aldric
Voss," kataku. Suaraku sendiri terdengar asing di telinga yang juga baru.
"Nomor salinan?"
Ada jeda kecil sebelum aku menjawab. Bukan karena aku tidak tahu, tapi karena bagian dari
diriku, bagian yang masih merasa seperti Aldric Voss yang asli, menolak untuk mengucapkan angka
itu. "Sebelas."
Dara menandai sesuatu di layarnya. "Baik. Ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui sebelum
kami melanjutkan prosedur orientasi." Ia berhenti sejenak, bukan untuk efek dramatis, sepertinya ia
sedang memilih kata dari daftar protokol yang sudah dihafal. "Aldric Voss-1 ditemukan meninggal
dua belas jam yang lalu. Kamu adalah salinan terakhir yang dicetak. Saat ini, kamu berada dalam
status penahanan sementara sambil menunggu hasil investigasi awal."
Hening.
Bukan hening karena kata-katanya mengejutkanku, memori Aldric-1 tidak menyertakan
kemampuan untuk terkejut dengan mudah. Tapi hening karena aku sedang menghitung: tiga belasjam lalu aku tidak ada. Dua belas jam lalu, orang yang menjadi asal-usulku mati. Dan sekarang aku
sudah ada di sini, terbangun di bawah cahaya putih yang tidak kenal belas kasih, dengan sepasang