KOSMOS: SALINAN KEBELAS

Dio Septian
Chapter #2

HARI PERTAMA

Hal pertama yang kuingat adalah cahaya.

Bukan cahaya yang hangat, bukan cahaya seperti yang ada di memori Aldric tentang pagi-pagi di

Jenewa, ketika matahari masuk miring melalui jendela apartemen lantai sebelas dan membuat debu

di udara tampak seperti bintang-bintang kecil yang berdansa. Bukan itu. Cahaya ini putih, steril,

datar, cahaya yang tidak mau berdamai dengan bayangan, cahaya yang mengusir semua

kemungkinan teduh dari ruangan.

Cahaya fasilitas kloning.

Kamu sudah tahu di mana kamu berada, kata seseorang di dalam kepalaku. Bukan suara luar.

Suara itu adalah aku sendiri, atau lebih tepatnya, adalah Aldric Voss-1 yang sudah tidak ada lagi,

berbicara dari dalam tumpukan memori yang ia wariskan kepadaku sebelum ia mati.

Sebelum seseorang membunuhnya. Perbedaan itu penting.

Teknisi yang bertugas membangunkanku bernama Dara. Ia tidak memperkenalkan diri, aku

hanya tahu namanya karena ada di dada sebelah kirinya, huruf-huruf biru di atas latar putih: DARA

M. / DIVISI AKTIVASI / TINGKAT KEAMANAN 3. Ia memeriksa layar di sebelah kapsulku

dengan ekspresi orang yang sedang mengisi formulir, bukan orang yang sedang membangunkan

manusia.

"Voss-11," katanya, tanpa mendongak. "Tanggal aktivasi: dua belas Maret, dua ribu delapan

puluh tujuh. Pukul tiga empat puluh dua dini hari. Bisa sebutkan nama lengkapmu?"

Tenggorokanku terasa seperti pertama kali digunakan, karena memang begitu. "Aldric

Voss," kataku. Suaraku sendiri terdengar asing di telinga yang juga baru.

"Nomor salinan?"

Ada jeda kecil sebelum aku menjawab. Bukan karena aku tidak tahu, tapi karena bagian dari

diriku, bagian yang masih merasa seperti Aldric Voss yang asli, menolak untuk mengucapkan angka

itu. "Sebelas."

Dara menandai sesuatu di layarnya. "Baik. Ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui sebelum

kami melanjutkan prosedur orientasi." Ia berhenti sejenak, bukan untuk efek dramatis, sepertinya ia

sedang memilih kata dari daftar protokol yang sudah dihafal. "Aldric Voss-1 ditemukan meninggal

dua belas jam yang lalu. Kamu adalah salinan terakhir yang dicetak. Saat ini, kamu berada dalam

status penahanan sementara sambil menunggu hasil investigasi awal."

Hening.

Bukan hening karena kata-katanya mengejutkanku, memori Aldric-1 tidak menyertakan

kemampuan untuk terkejut dengan mudah. Tapi hening karena aku sedang menghitung: tiga belasjam lalu aku tidak ada. Dua belas jam lalu, orang yang menjadi asal-usulku mati. Dan sekarang aku

sudah ada di sini, terbangun di bawah cahaya putih yang tidak kenal belas kasih, dengan sepasang

Lihat selengkapnya