mereka memberi salinan baru satu hari untuk "menyesuaikan diri." Begitu kata protokolnya.
Kenyataannya, satu hari itu adalah waktu bagi korporasi untuk memutuskan apa yang akan
dilakukan denganmu.
Aku menghabiskan dua belas jam pertama di kamar yang lebih mirip sel daripada kamar, tempat
tidur sempit, wastafel, satu jendela berkisi yang menghadap ke dinding beton. Tidak ada tablet,
tidak ada akses jaringan. Hanya aku, dinding putih, dan tiga puluh delapan tahun memori orang lain
yang berputar di kepalaku seperti film yang tidak bisa dihentikan.
Aku mencoba tidak menontonnya. Tidak mudah, ketika ingatan itu terasa seperti milikku sendiri.
Karena memang milikmu, kata suara Aldric. Kamu bukan salinan pikiranku. Kamu adalah
pikiranku, hanya saja di dalam wadah yang berbeda.
Lalu apa bedanya kita? tanyaku pada diri sendiri.
Tidak ada yang menjawab. Bahkan Aldric yang ada di kepalaku tidak tahu jawabannya.
Pengacara datang keesokan paginya. Namanya Theodor Vas, kemeja abu-abu, dasi dengan knot
yang terlalu rapat, sepatu yang terlalu mengkilap untuk fasilitas seperti ini. Ia membawa sebuah
koper dan ekspresi orang yang sudah menghitung berapa banyak waktu yang akan ia buang sebelum
pintu terbuka.
"Kamu meminta representasi hukum," katanya, duduk tanpa berjabat tangan. "Aku di sini untuk
menjelaskan mengapa permintaan itu... kompleks."
"Kompleks adalah kata yang sopan," kataku.
Ia membuka kopernya dan mengeluarkan selembar dokumen, tercetak, bukan digital. Cara lama
untuk hal-hal yang ingin terasa resmi. "Regulasi Entitas Sintetis 2079, pasal empat belas, ayat
tiga." Ia meletakkan dokumen itu di meja tanpa menyodorkannya padaku.
Reg. Entitas Sintetis 2079, Ps. 14 Ay. 3
Entitas sintetis kelas-A (salinan genetis manusia hidup) tidak memiliki kapasitas hukum mandiri
selama subjek asal masih hidup atau belum dinyatakan tidak cakap hukum secara resmi. Hak
kepemilikan, kontrak, dan representasi hukum hanya dapat dijalankan atas nama entitas sintetis
oleh subjek asal, wali yang ditunjuk subjek asal, atau korporasi pencetak.
"Subjek asal sudah mati," kataku.
"Betul. Yang memicu pasal enam belas." Ia mengeluarkan lembar kedua.
Reg. Entitas Sintetis 2079, Ps. 16 Ay. 1
Apabila subjek asal meninggal dunia, seluruh kapasitas hukum entitas sintetis terkait beralih
kepada ahli waris sah subjek asal, atau, apabila tidak ada ahli waris yang ditunjuk, kepada
korporasi pencetak selama masa penyelesaian warisan.
Aku menatap lembar itu. "Aldric tidak punya ahli waris yang ditunjuk."
"Tidak ada yang sah secara hukum, tidak. Istrinya meninggal enam tahun lalu. Tidak ada
anak." Theodor Vas merapikan kedua lembar itu sejajar satu sama lain dengan presisi yang terasa
seperti kebiasaan gugup. "Jadi saat ini, kapasitas hukummu, dan kapasitas kesepuluh salinan
lainnya, ada di tangan Voss Synthetics."
Voss Synthetics. Korporasi yang mendirikan seluruh imperium kloning Aldric. Korporasi yang
sekarang sedang menginvestigasi kematian pendirinya. Korporasi yang, jika Protokol Reset benar
adanya, punya kepentingan besar untuk memastikan semua salinan tidak menjadi masalah.
"Jadi aku tidak bisa punya pengacara," kataku, "kecuali korporasi yang mungkin ingin aku
dihukum yang membayarnya."
Theodor Vas tidak menjawab langsung. Sebagai gantinya, ia mengeluarkan lembar ketiga, kali
ini ia menyodorkannya padaku.
Penawaran Representasi, Vas & Rekanan
Firma kami bersedia memberikan representasi hukum informal kepada Voss-11 dengan
ketentuan: pembayaran dimuka sebesar 40.000 kredit dalam bentuk aset yang dapat diverifikasi