KOSMOS: SALINAN KEBELAS

Dio Septian
Chapter #9

KESEPAKATAN

malam itu aku tidak tidur.

Bukan karena tidak bisa, tubuh yang baru berumur lima hari ini ternyata lebih patuh dari yang

kubayangkan, lebih mudah lelah, lebih cepat membutuhkan istirahat dari yang ada dalam memori

Aldric tentang dirinya sendiri di usia yang sama. Tapi ada sesuatu yang berputar di dalam kepalaku

yang tidak bisa dihentikan hanya dengan memejamkan mata, sesuatu yang terasa seperti mesin yang

baru saja dinyalakan dan belum menemukan cara untuk dimatikan.

Aku duduk di tepi tempat tidur dan melakukan sesuatu yang belum pernah aku lakukan sejak

hari pertama: aku berhenti mencoba memahami memori Aldric dari luar. Berhenti membacanya

seperti membaca buku orang lain. Dan mulai masuk ke dalamnya dengan cara yang berbeda, bukan

sebagai pengamat, tapi sebagai seseorang yang mencari sesuatu yang spesifik.

Aku mencari celah.

Caranya sulit dijelaskan karena tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkan pengalaman

menjelajahi memori yang bukan milikmu tapi juga tidak bisa dikatakan bukan milikmu. Yang paling

mendekati mungkin ini: bayangkan kamu berjalan melalui sebuah kota besar yang kamu tahu

seluruh peta dan nama jalannya tapi yang belum pernah kamu kunjungi secara fisik. Kamu tahu di

mana perpustakaan berada, kamu tahu restoran di sudut mana yang buka sampai tengah malam,

kamu tahu lorong kecil mana yang tembus ke alun-alun, tapi ketika kamu berjalan melaluinya, ada

sesuatu yang tidak beres, ada jarak antara peta dan kenyataan yang tidak bisa dijelaskan oleh

ketidaksempurnaan peta.

Celah pertama yang kutemukan berkaitan dengan bulan Maret dua ribu tujuh puluh lima. Dua

belas tahun lalu. Dalam ingatan Aldric, bulan itu ada tapi tipis, tipis dengan cara yang tidak wajar,

seperti halaman buku yang sengaja dirobek dan yang tersisa hanyalah sobekan di penjilidan. Ada

kenangan tentang sebelum bulan itu dan ada kenangan tentang sesudahnya, tapi di tengah ada

kekosongan yang berlangsung sekitar tiga minggu.

Tiga minggu. Tepat pada periode di mana, berdasarkan dokumen yang Sera tunjukkan, proyek

penanda selular sedang dalam fase pengujian terakhirnya.

Aku mendorong lebih dalam, mencari tepi-tepi dari kekosongan itu, mencari apa yang ada persis

sebelum dan persis sesudah. Sebelumnya: sebuah pertemuan di sebuah ruangan yang aku kenal

sebagai laboratorium bawah tanah gedung penelitian Voss Synthetics, dengan beberapa orang di

sekeliling meja yang wajah-wajahnya ada tapi buram, seperti foto yang tidak fokus. Sesudahnya:

Aldric di sebuah restoran di lantai atas sebuah gedung, minum anggur sendirian dengan ekspresi

orang yang baru selesai membuat keputusan yang tidak bisa dibatalkan.

Di antara keduanya: kosong.Apa yang terjadi di laboratorium itu? tanyaku ke dalam.

Tidak ada jawaban. Tapi ada sesuatu yang terasa seperti resistensi, bukan kekosongan yang pasif,

tapi kekosongan yang aktif, seperti tembok yang dibangun bukan dari ketiadaan tapi dari sesuatu

yang sangat sengaja ditempatkan di sana untuk mencegah akses.

Kamu yang menghapus ini, kataku pada suara Aldric. Atau seseorang yang melakukannya atas

izinmu.

Keheningan yang panjang. Kemudian, sangat pelan, sangat jauh: Ada hal-hal yang lebih aman

tidak diketahui.

Lebih aman untuk siapa?

Tidak ada jawaban kedua.

Sera datang pagi-pagi dengan wajah orang yang juga tidak tidur, tapi dengan cara yang berbeda,

bukan karena menjelajahi memori orang lain, tapi karena menjelajahi ingatan sendiri yang tidak

mau diam.

Ia meletakkan dua cangkir kopi di meja dan duduk tanpa basa-basi.

"Aku perlu menceritakan sesuatu," katanya. "Tentang Imara SolĂ­s. Sebelum kita pergi ke

Dermaga Timur."

Aku menunggu.

"Delapan tahun lalu," katanya, "aku masih di divisi investigasi umum. Belum di subdivisi entitas

Lihat selengkapnya