nama yang Voss-10 ucapkan adalah nama yang sudah ada dalam percakapan-percakapan kami
sejak awal, tapi selalu di pinggir, selalu sebagai latar, tidak pernah sebagai pusat. Nama yang terasa
seperti konteks, bukan seperti aktor. Dan justru karena itu, ketika Voss-10 mengucapkannya di tepi
dermaga itu dengan suaranya yang masih dingin dari malam di dalam kapal, ada beberapa detik di
mana otak menolak untuk menerima bahwa kata yang ia ucapkan dan nama yang ia maksud adalah
hal yang sama.
Direktur Halvan Rese. Kepala divisi operasional Voss Synthetics. Orang yang selama dua puluh
tiga tahun menjalankan mesin sehari-hari dari seluruh imperium yang Aldric bangun, yang
menandatangani kontrak, yang mengawasi kepatuhan regulasi, yang dalam memori Aldric selalu
hadir di pinggir pertemuan-pertemuan besar sebagai orang yang memastikan semua keputusan bisa
dieksekusi.
Orang yang, setelah Aldric-1 mati, secara otomatis memegang kendali operasional penuh atas
Voss Synthetics, termasuk kendali atas teknologi yang selama ini hanya bisa disentuh dengan izin
Aldric sendiri.
Termasuk Protokol Reset.
Kami tidak berbicara di dermaga. Terlalu terbuka, terlalu mudah didengar oleh siapa pun yang
mau mendengarkan. Voss-10 menunjuk dengan kepalanya ke arah yang berbeda dari yang kami
datang, dan kami mengikutinya melalui jalan-jalan yang ia sudah hapal dengan cara orang yang
sudah lama menggunakan jalan-jalan itu sebagai satu-satunya peta yang bisa dipercaya.
Ia membawa kami ke sebuah ruangan di atas sebuah toko reparasi yang sudah tutup, ruangan
yang tidak punya nama dan yang aksesnya melalui tangga di belakang toko yang kuncinya ada di
bawah papan longgar di anak tangga ketiga dari bawah. Ruangan yang kecil, sudah disiapkan untuk
seseorang yang berencana menunggu lama: ada selimut, ada persediaan makanan kering, ada satu
lampu kecil yang cahayanya tidak akan terlihat dari luar jika tirai ditutup.
Voss-10 menyiapkan semua ini. Enam bulan keberadaan yang tidak meninggalkan jejak di mana
pun, ternyata bukan kekosongan. Ternyata adalah persiapan.
Kami duduk di lantai karena tidak ada cukup kursi. Voss-3 menyalakan lampu kecil itu. Dan
Voss-10 mulai berbicara.
"Halvan Rese bukan anggota koalisi," kata Voss-10. "Itu yang penting untuk dipahami sejak
awal. Ia tidak duduk bersama Voss-9 atau Voss-3 atau Voss-8 dan merencanakan malam itu. Ia tidak
pernah berhubungan langsung dengan siapa pun dalam koalisi."
"Tapi ia tahu," kata Voss-3. Kalimat, bukan pertanyaan."Lebih dari tahu." Voss-10 menatap lantai sebentar, seperti menyusun urutan sesuatu yang sudah
sering ia pikirkan tapi belum pernah ia ucapkan kepada siapa pun. "Ia yang membuat rencana itu
mungkin. Bukan dengan bergabung, dengan membuka pintu. Dengan memastikan bahwa kredensial
Aldric-1 untuk mengakses teknologi penanda selular bisa dijangkau oleh seseorang yang tahu cara
menggunakannya."
Sera menarik napas pelan. "Ia yang memberikan akses kepada koalisi."
"Tidak secara langsung. Dengan cara yang bisa ia sangkal, dengan 'lalai' memperbarui protokol
keamanan pada sistem tertentu pada waktu tertentu, dengan 'lupa' mencabut akses darurat yang
seharusnya kedaluwarsa, dengan membiarkan celah-celah kecil yang secara individual tidak berarti
tapi yang bersama-sama membentuk jalan masuk yang cukup lebar untuk dilalui oleh seseorang
yang cukup tahu apa yang dicari."
"Dan seseorang yang cukup tahu itu adalah—" mulai Sera.
"Voss-9," kata Voss-10. "Yang secara psikologis paling mirip Aldric-1. Yang paling tahu cara
berpikir seperti Aldric, termasuk cara memahami sistem yang Aldric bangun."
Potongan-potongan yang selama dua belas hari aku kumpulkan mulai bergerak ke tempat yang
tepat dengan cara yang tidak bisa ditahan. Voss-9 menggunakan kemiripannya dengan Aldric bukan
hanya untuk mengakses cara berpikirnya, tapi untuk mengakses sistem yang dirancang untuk hanya
bisa dimasuki oleh cara berpikir itu. Dan Halvan Rese memastikan pintunya tidak terkunci.
"Motif Rese," kataku. "Bukan untuk menyelamatkan salinan. Bukan untuk menghentikan
Protokol Reset."
"Tidak." Voss-10 akhirnya mengangkat matanya. "Protokol Reset adalah ancaman bagi salinan.
Tapi bagi Rese, Protokol Reset adalah masalah yang berbeda, masalah kendali. Selama Aldric-1
hidup, Rese menjalankan mesin tapi tidak pernah memiliki mesin. Aldric selalu bisa mengambil
kembali kendali kapan pun ia mau. Selalu bisa mengganti Rese. Selalu bisa memutuskan bahwa dua
puluh tiga tahun loyalitas tidak cukup untuk ditukar dengan kepercayaan yang sesungguhnya."