KOSMOS: SALINAN KEBELAS

Dio Septian
Chapter #15

SERA DALAM BAHAYA

Tiga jam setelah Voss-3 mengirim informasi itu ke jaringan, perangkat Sera bergetar untuk

pertama kalinya. Ia membacanya dengan wajah yang tidak berubah ekspresinya, lalu meletakkan

perangkat itu kembali di lantai dengan gerakan yang terlalu terkontrol untuk tidak berarti apa-apa.

"Atasanku," katanya. "Ia ingin aku di kantor dalam satu jam."

Tidak ada yang bertanya mengapa. Kami semua tahu mengapa.

Informasi yang tersebar semalam belum sampai ke media arus utama, terlalu cepat untuk itu,

jaringan komunitas salinan bekerja dengan cara yang tidak langsung terlihat oleh permukaan. Tapi

ada cukup orang yang cukup terhubung ke cukup tempat yang tepat sehingga dalam tiga jam, sudah

ada yang memperhatikan bahwa sesuatu sedang bergerak. Dan dalam dunia di mana Voss Synthetics

punya telinga di hampir semua tempat yang relevan, tiga jam adalah waktu yang cukup untuk pesan

itu mencapai seseorang yang kemudian meneruskannya ke atasan Sera.

"Kamu pergi," kataku. Bukan pertanyaan.

"Jika aku tidak pergi, itu konfirmasi bahwa aku terlibat. Jika aku pergi, setidaknya ada

percakapan yang terjadi di mana aku bisa mengendalikan sebagian dari apa yang diketahui." Sera

berdiri dan menepuk debu dari jaketnya dengan gerakan yang sangat sehari-hari dan sangat tidak

sesuai dengan situasinya sehingga terasa seperti gestur seseorang yang sedang memutuskan bahwa

hal-hal biasa masih berhak untuk tetap biasa. "Lebih baik bernegosiasi dari dalam daripada

dikeluarkan tanpa suara."

"Mereka akan tahu kamu yang menyebarkan," kata Voss-10.

"Mereka akan curiga. Tapi curiga dan tahu adalah dua hal yang berbeda, dan perbedaan itu

adalah ruang yang aku butuhkan untuk membuat informasi itu sudah terlalu tersebar untuk bisa

dikontrol sebelum mereka bisa membuktikan apa pun." Sera mengambil tabletnya. Kemudian

berhenti dan menatapku. "Kamu dan yang lain tidak boleh kembali ke fasilitas. Tidak ada yang

aman di sana sekarang."

"Aku mengerti."

"Dan jika ada yang menghubungimu melalui saluran resmi mana pun, jangan jawab. Saluran

resmi sekarang adalah saluran mereka, bukan saluranmu."

Aku mengangguk. Sera menatapku satu detik lebih lama dari yang diperlukan untuk

menyampaikan instruksi, satu detik yang mengandung sesuatu yang tidak perlu diucapkan karena

sudah ada di sana sejak hari pertama kami duduk di ruangan dengan dua cangkir kopi dan satu meja

yang terlalu kecil untuk semua yang kami bawa ke dalamnya.

Kemudian ia pergi.Empat orang tersisa di ruangan kecil itu. Voss-3, Voss-10, aku, dan diam yang Sera tinggalkan,

diam yang punya bentuk dan berat, bukan sekadar ketidakhadiran suara.

Voss-10 yang berbicara pertama. "Informasinya sudah di luar. Proses yang tidak bisa dibalik

sudah berjalan. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah memastikan bahwa jika ada yang mencoba

menghentikannya, mereka menghadapi cukup hambatan dari cukup banyak arah sehingga tidak ada

satu titik yang bisa ditekan untuk membungkam semuanya."

"Kamu punya rencana," kata Voss-3. Kalimat, bukan pertanyaan, cara ia sudah belajar membaca

Voss-10 dalam beberapa jam kebersamaan ini.

"Aku punya beberapa kontak," kata Voss-10. "Selama enam bulan menghilang, aku tidak hanya

menyiapkan tempat untuk bersembunyi. Aku menyiapkan orang-orang yang mau mendengar jika

waktunya tiba."

"Siapa?" tanyaku.

"Jurnalis yang sudah dua tahun mencoba menulis tentang program kloning tapi selalu diblokir

karena tidak punya sumber yang bisa dikonfirmasi. Peneliti dari universitas yang mengajukan akses

ke data Voss Synthetics enam kali dan ditolak enam kali. Dan satu orang di dewan perwakilan

Distrik Pusat yang tahun lalu mengajukan pertanyaan tentang regulasi entitas sintetis di sidang dan

dijawab dengan dokumen yang, aku sudah baca dokumennya, adalah dokumen yang sengaja dibuat

Lihat selengkapnya