Artikel itu tayang pukul dua belas empat puluh siang, aku tahu waktunya karena Voss-3 yang
pertama melihatnya, dan karena cara ia mengucapkan kata "sudah" cukup untuk memberitahu
semua yang perlu diketahui tanpa perlu menjelaskan apa pun.
Kami membacanya bersama di layar perangkat Sera, berdiri di trotoar di tepi sebuah taman kecil
yang tidak ada namanya di peta mana pun. Bukan tempat yang dipilih karena strategis, hanya
tempat yang ada di antara Dermaga Timur dan tidak ada tujuan yang pasti, tempat di mana kami
berhenti karena kaki butuh berhenti dan kepala butuh tempat yang tidak tertutup langit-langit.
Artikelnya panjang. Ditulis dengan cara jurnalisme yang baik, tidak dramatis berlebihan, tidak
menghindari detail yang sulit, dengan sumber yang dikonfirmasi dengan cara yang membuat
pembaca bisa menelusuri sendiri jika mereka mau. Ada kutipan dari dokumen. Ada penjelasan
tentang teknologi penanda selular dalam bahasa yang bisa dipahami orang yang tidak punya latar
belakang sains. Ada kronologi. Ada nama-nama, Rese di antaranya, dengan hati-hati tapi dengan
jelas.
Dan ada foto. Bukan foto orang, foto dokumen, foto log akses yang sudah diformat untuk bisa
dibaca oleh mata awam. Bukti yang tidak bisa diabaikan hanya dengan mengatakan bahwa
sumbernya tidak bisa dipercaya.
Kami membacanya dalam diam. Sesekali seseorang menggulir ke bagian berikutnya, sesekali
seseorang berhenti di satu paragraf lebih lama dari yang lain. Tidak ada yang berkomentar sampai
selesai.
Voss-3 yang berbicara pertama. "Mereka menyebut nama salinan dengan nomor."
"Atas
permintaan
Voss-10," kata
Sera. "Ia
menginstruksikan
jurnalisnya
untuk
tidak
menggunakan nama yang sudah dipilih sendiri oleh salinan, karena nama-nama itu adalah identitas
pribadi yang bukan milik cerita ini untuk digunakan."
Voss-3 mengangguk. Tidak mengatakan apa-apa. Tapi ada sesuatu di wajahnya yang berubah
sedikit, sesuatu yang mungkin bisa disebut penghargaan, meski ia tidak mengucapkannya.
Aku membaca paragraf terakhir artikel itu sekali lagi. Jurnalis menutup dengan kalimat yang
sederhana tapi yang terasa seperti kesimpulan yang tepat karena ia tidak mencoba menjadi lebih
dari kesimpulan: Pertanyaan tentang siapa yang melakukan pembunuhan ini dan mengapa
mungkin tidak bisa dijawab oleh sistem hukum yang ada saat ini. Tapi pertanyaan tentang sistem
apa yang memungkinkan pembunuhan ini terjadi, dan sistem apa yang perlu ada untuk
mencegahnya terjadi lagi, adalah pertanyaan yang sudah tidak bisa diabaikan.Reaksi datang dalam gelombang yang tidak sinkron, bukan ledakan tunggal tapi air yang naik
dari berbagai arah sekaligus dengan kecepatan yang berbeda-beda.
Gelombang pertama, paling cepat, datang dari komunitas salinan, jaringan yang Voss-3 bangun
selama enam tahun dan yang semalam menerima informasi lebih awal dari siapa pun. Mereka sudah
membaca, sudah mendiskusikan, sudah menyebarkan ke koneksi-koneksi yang tidak terhubung ke
jaringan resmi. Notifikasi masuk ke perangkat Voss-3 dalam kelompok-kelompok yang semakin
besar, bukan hanya konfirmasi penerimaan, tapi tanggapan, pertanyaan, kisah-kisah dari salinan-
salinan lain yang tidak ada dalam hitungan kami tapi yang ternyata ada, tersebar di kota-kota lain, di
situasi-situasi yang berbeda tapi dengan pengalaman yang cukup mirip untuk saling mengenali.
"Berapa banyak?" tanyaku, menatap layar Voss-3 yang terus diperbarui.
"Lebih dari yang aku perkirakan," katanya. Ada sesuatu dalam nada suaranya yang bukan
kebanggaan tapi yang lebih dekat ke keterkejutan yang tidak tidak menyenangkan, seperti seseorang
yang sudah lama bekerja dalam kegelapan dan yang baru menyadari bahwa ruangan yang ia kira
kecil ternyata lebih besar dari yang ia bisa lihat selama ini. "Jauh lebih banyak."
Gelombang kedua datang dari media, bukan hanya yang menerima dokumen dari Voss-10, tapi