Sidang dewan berlangsung delapan hari setelah artikel tayang, delapan hari yang terasa seperti
waktu yang sangat lama dan sangat singkat sekaligus, tergantung dari sudut mana kamu
mengukurnya. Sangat lama karena setiap harinya ada sesuatu yang bergerak di suatu tempat yang
tidak bisa sepenuhnya dipantau: narasi yang berkembang di media, tekanan yang datang dari arah
yang berbeda-beda, pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan dan ditarik dan dikeluarkan lagi dalam
bentuk yang sedikit berbeda. Sangat singkat karena delapan hari tidak cukup untuk mengubah
sistem yang sudah ada dua puluh tahun menjadi sistem yang berbeda, dan semua orang yang
relevan sudah tahu itu.
Aku tidak hadir di sidang. Bukan karena tidak mau, karena secara hukum aku tidak bisa hadir
sebagai saksi, sebagai pihak, atau dalam kapasitas apa pun yang diakui oleh prosedur yang berlaku.
Yang bisa aku lakukan adalah menunggu di luar gedung dewan bersama Voss-3 dan Voss-10, di
trotoar yang sudah mulai ramai dengan orang-orang yang juga menunggu tapi yang tidak harus
memakai wajah yang sama dengan wajah semua orang di dalam berita.
Sera ada di dalam. Bukan sebagai investigator yang aktif dalam kasus ini, posisinya sudah terlalu
terkompromi untuk itu, sesuatu yang ia terima dengan cara orang yang sudah menghitung dan
memutuskan bahwa biaya itu layak. Tapi sebagai saksi ahli yang diminta oleh anggota dewan yang
mengajukan permintaan penyelidikan. Cara masuk yang sempit tapi yang ada.
Imara SolĂs juga di dalam, dengan perlindungan yang sudah ia negosiasikan selama bertahun-
tahun dan yang akhirnya punya konteks yang cukup untuk digunakan. Cara masuk yang lebih
sempit lagi tapi yang juga ada.
Kami menunggu.
Menunggu adalah hal yang tidak aku pelajari dari memori Aldric dengan cara yang berguna.
Aldric tidak menunggu, ia menggerakkan, ia memutuskan, ia berada di dalam ruangan di mana hal-
hal terjadi bukan di luar ruangan tempat hal-hal dilaporkan. Selama dua puluh hari keberadaanku,
aku sudah belajar cara bergerak dalam cara yang berbeda dari Aldric. Tapi menunggu di luar sesuatu
yang penting dan tidak bisa masuk ke dalamnya, itu adalah pengalaman yang tidak ada padanannya
dalam memori yang aku warisi.
Voss-3 lebih terbiasa. Ia duduk di bangku trotoar dengan cara orang yang sudah pernah
menunggu banyak hal yang penting dan yang sudah belajar bahwa menunggu adalah bagian dari
pekerjaan, bukan gangguan dari pekerjaan. Voss-10 berdiri, memandang gedung dengan ekspresi
yang tidak bisa kubaca sepenuhnya, campuran antara sesuatu yang mungkin harapan dan sesuatu
yang lebih tua dan lebih waspada dari harapan.
"Apa yang kamu harapkan dari ini?" tanyaku kepada Voss-10 setelah satu jam berdiri.Ia berpikir sebentar. "Pertanyaan yang tepat. Bukan keputusan yang mengubah segalanya
sekarang, itu tidak mungkin dalam satu sidang. Tapi pertanyaan yang diajukan secara resmi dan
yang tercatat dalam dokumen yang tidak bisa dihapus. Pertanyaan tentang apakah entitas sintetis
memiliki status yang perlu dilindungi, bukan hanya diatur."
"Perbedaan antara subjek hukum dan objek hukum," kata Voss-3 dari bangkunya.
"Persis," kata Voss-10. "Dan itu bukan pertanyaan yang akan dijawab hari ini. Tapi jika ia
diajukan dengan cara yang cukup kuat untuk tidak bisa diabaikan, ia akan terus ada di dalam proses
sampai ada yang menjawabnya."
"Bertahun-tahun," kataku.
"Mungkin," kata Voss-10. "Mungkin lebih. Perubahan hukum yang menyentuh fondasi tidak
terjadi dalam satu sidang atau satu tahun. Tapi setiap proses harus punya titik di mana ia dimulai."
Aku duduk di sebelah Voss-3 dan menatap gedung dewan dari bangku trotoar itu, bangunan yang
dari luar terlihat seperti semua bangunan pemerintah yang pernah aku lihat dalam dua puluh hari