KOSMOS: SALINAN KEBELAS

Dio Septian
Chapter #22

EPILOG

Salinan Keduabelas

Tiga bulan kemudian

Ada rutinitas sekarang. Ini adalah hal yang tidak aku antisipasi ketika hari pertama itu dimulai,

bahwa salah satu hal yang paling berbeda dari dua puluh hari pertama dan tiga bulan setelahnya

adalah keberadaan rutinitas. Bangun sebelum jam lima, kebiasaan yang tidak bisa dihilangkan

karena sudah terlalu dalam tertanam di dalam ritme tubuh ini. Kopi yang terlalu pahit karena lidah

ini tidak mau berkompromi tentang itu. Jalan pagi melalui rute yang selalu sedikit berbeda dari

kemarin, bukan karena alasan keamanan lagi, tapi karena variasi terasa seperti cara untuk

mengingatkan diri sendiri bahwa hari ini bukan hanya pengulangan dari kemarin.

Tiga bulan. Empat puluh hari lebih dari hari pertama keberadaanku, sembilan puluh lebih dari

hari terakhir yang terasa seperti pertaruhan. Cukup waktu untuk banyak hal yang bergerak: cukup

waktu untuk sidang kedua komisi kajian, untuk artikel lanjutan yang lebih dalam dari yang pertama,

untuk beberapa salinan dari kota-kota lain yang mulai menghubungi jaringan Voss-3 dengan cara

yang tidak pernah bisa mereka lakukan sebelumnya.

Cukup waktu juga untuk hal-hal yang tidak bergerak secepat yang diharapkan oleh siapa pun:

penyelidikan terhadap Rese masih berjalan dalam kecepatan yang terasa seperti pergerakan lempeng

tektonik, nyata tapi tidak bisa dirasakan dalam satu hari, dalam satu minggu. Regulasi yang sudah

ada dua puluh tahun tidak bisa diubah dalam tiga bulan meski ada tekanan dari semua arah. Dan

koalisi, Voss-9, Voss-8, Voss-7, masih menjalani kehidupan mereka dengan cara yang belum bisa

sepenuhnya aku baca dari jauh.

Itu semua ada. Nyata, bergerak, tidak selesai. Dan aku belajar untuk hidup berdampingan dengan

sesuatu yang nyata dan tidak selesai sekaligus, yang ternyata adalah keterampilan yang tidak

diajarkan dalam memori mana pun tapi yang bisa dipelajari dari pengalaman jika kamu membiarkan

dirimu belajar.

Kesaksian pertamaku di hadapan komisi berlangsung enam minggu lalu. Dua jam, di ruangan

yang terlalu dingin udaranya dan terlalu terang cahayanya, di depan tujuh orang yang sebagian

sudah memutuskan apa yang mereka yakini sebelum aku duduk dan sebagian lagi belum tahu apa

yang mereka yakini dan yang hadir untuk mencari tahu.

Aku berbicara bukan sebagai Voss-11 yang mewarisi kasus, bukan sebagai salinan yang

mewakili semua salinan, tapi sebagai seseorang yang memiliki perspektif spesifik tentang apa

artinya ada di dunia ini dengan cara yang tidak pernah ada sebelumnya. Apa yang terasa seperti

menjadi pemilik memori yang bukan milikmu. Apa yang terasa seperti belajar membedakan

suaramu sendiri dari suara yang sudah ada sebelum kamu. Apa yang terasa seperti membuatkeputusan pertama yang benar-benar terasa seperti milikmu setelah menghabiskan waktu di bawah

bayangan keputusan orang lain.

Tidak semua yang aku katakan diterima. Beberapa anggota komisi bertanya dengan cara yang

sudah mengandung jawabannya sendiri. Beberapa bertanya dengan cara yang terasa seperti

pertanyaan sungguhan. Dan satu orang, yang paling tua di meja itu, yang sudah mengajukan revisi

regulasi tiga kali dan ditolak tiga kali, mendengarkan dengan cara yang membuat aku mengerti

mengapa Voss-3 masih mau menghabiskan enam tahun bekerja dalam sistem yang sering kali

menolaknya.

Karena kadang-kadang ada yang mendengarkan dengan cara yang sungguhan. Dan kadang-

kadang itu cukup untuk terus berbicara.

Voss-2 masih di lantai tiga puluh delapan, tapi bukan di unit residensial milik korporasi lagi. Ia

menyewa tempat sendiri di gedung yang berbeda di distrik yang sama, langkah kecil yang dari luar

mungkin tidak terlihat signifikan tapi yang bagi seseorang yang menghabiskan tujuh tahun di

gedung yang sama terasa seperti sesuatu yang cukup besar untuk tidak diremehkan. Kami berbicara

Lihat selengkapnya