Nebula itu tidak pernah sama dua kali.
Lyris Vaen berdiri di depan dinding kaca Kuil Vael Auren yang menghadap langsung ke Nebula
Serath, jutaan kilometer gas dan debu bintang yang berputar dalam warna ungu, biru tua, dan sesekali
memancarkan kilat oranye dari bintang yang terbentuk di pusatnya. Ia sudah melihat pemandangan ini
selama seratus empat puluh tujuh tahun, dan tidak pernah benar-benar bosan. Nebula berubah seperti
makhluk hidup yang bernafas, perlahan, sangat perlahan, dalam rentang waktu yang bahkan usia Lyris
belum cukup panjang untuk menyaksikan satu siklus penuh.
Itu salah satu hal yang ia sukai dari alam semesta: betapa kecilnya segala sesuatu yang manusia
anggap penting, jika kamu mau melihat dari jarak yang cukup jauh.
Sayangnya, hari ini ia tidak bisa melihat dari jarak yang cukup jauh.
"Archon."
Suara itu datang dari balik pintu lengkung di belakangnya, pintu dari batu Vaelstone yang dipoles,
warnanya seperti langit malam dengan bintang-bintang yang terperangkap di dalamnya. Lyris tidak
berbalik. Ia sudah mengenali langkah kaki itu sejak dua puluh meter sebelum pintu terbuka: berat,
ritmis, dengan sedikit ketidaksimetrisan di langkah kaki kiri, bekas luka pertempuran lama yang tidak
pernah sembuh sempurna.
"Masuk, Theron."
Archon Senior Theron Vaas masuk dengan cara yang selalu ia lakukan: seperti ia memiliki setiap
ruangan yang ia masuki. Pria itu sudah dua ratus dua belas tahun, tua bahkan untuk standar Vaelthari,
namun tubuhnya masih tegak, rambutnya putih perak dipotong pendek, dan matanya yang berpupil
vertikal bersinar dengan cahaya kehijauan redup yang menandakan kadar Aetheryte tinggi dalam
aliran darahnya. Ia mengenakan jubah Archon berwarna hitam dengan bordir perak di tepinya, dan di
pinggangnya tergantung senjata seremonial yang Lyris tahu bukan sekadar seremonial.
Theron tidak pernah melepas senjata itu, bahkan di dalam kuil.
"Pesan dari Coronis Prime," kata Theron. Ia tidak menawarkan duduk, tidak menunggu
dipersilakan, langsung pada intinya. Lyris menghargai itu, meski ia tidak selalu menghargai isi
pesannya. "High Consul Davan secara resmi meminta perpanjangan Perjanjian Biru selama sepuluh
tahun."Lyris akhirnya berbalik dari jendela. "Permintaan atau tuntutan?"
"Cara mereka menyampaikannya? Permintaan. Cara mereka menaruh armada tambahan di
perbatasan Serath dalam tiga bulan terakhir?" Theron mengangkat satu alis. "Tuntutan."
Lyris berjalan ke meja kerjanya, bukan meja dalam pengertian Dominion dengan layar-layar
holografik dan koneksi jaringan galaktik. Ini meja batu, tua, permukaannya dipenuhi ukiran Vaelthari
kuno yang sebagian besar sudah tidak bisa dibaca bahkan oleh para sarjana. Di atasnya: tumpukan
dokumen fisik, beberapa kristal penyimpan data, dan cangkir teh yang sudah dingin sejak dua jam
lalu.
Ia mengambil dokumen paling atas. Laporan intelijen dari Jaringan Bayangan, unit yang secara
resmi tidak ada dalam struktur militer Vaelthari, dan secara tidak resmi adalah alasan Lyris masih bisa
tidur di malam hari.
"Armada mereka di perbatasan Serath," katanya tanpa mengangkat pandangan dari dokumen.
"Berapa kelas?"
"Empat kapal kelas Sovereign, dua belas Enforcer, sisanya kapal pendukung." Theron
menyebutkan angka itu dengan nada yang sama seperti orang menyebutkan menu makan siang.
"Cukup untuk blockade. Tidak cukup untuk serangan terbuka."
"Belum."
"Belum," setuju Theron.
Lyris meletakkan dokumen itu dan berjalan ke sisi lain ruangan, ke dinding yang dipenuhi peta
galaktik tiga dimensi yang diproyeksikan oleh kristal-kristal kecil yang tertancap di langit-langit. Vael
Expanse berwarna biru-ungu di tengah. Coronis Dominion berwarna merah di sisi berlawanan. Di
antara keduanya: The Periphery, zona perbatasan yang kacau, berwarna abu-abu, penuh dengan titik-
titik kecil yang menandakan koloni independen, jalur perdagangan, dan deposit Aetheryte yang
semakin berkurang.
Ia meletakkan jarinya di atas Varus Minor. Planet kecil yang tidak penting secara strategis, namun
mengandung salah satu deposit Aetheryte terakhir yang masih produktif di sektor tengah.
"Produksi Varus Minor naik hampir tiga puluh persen dalam dua tahun," katanya. Bukan
pertanyaan.
"Dua puluh delapan persen," koreksi Theron. "Agen kita di lapisan kedua Dominion melaporkan
bahwa kuota resmi tidak sesuai dengan kuota aktual. Ada yang disembunyikan."
"Berapa yang disembunyikan?"