KOSMOS: THE AETHER WARS

Dio Septian
Chapter #3

KUIL DI TEPI NEBULA (ARCHON LYRIS VAEN)

Nebula itu tidak pernah sama dua kali.

Lyris Vaen berdiri di depan dinding kaca Kuil Vael Auren yang menghadap langsung ke Nebula

Serath, jutaan kilometer gas dan debu bintang yang berputar dalam warna ungu, biru tua, dan sesekali

memancarkan kilat oranye dari bintang yang terbentuk di pusatnya. Ia sudah melihat pemandangan ini

selama seratus empat puluh tujuh tahun, dan tidak pernah benar-benar bosan. Nebula berubah seperti

makhluk hidup yang bernafas, perlahan, sangat perlahan, dalam rentang waktu yang bahkan usia Lyris

belum cukup panjang untuk menyaksikan satu siklus penuh.

Itu salah satu hal yang ia sukai dari alam semesta: betapa kecilnya segala sesuatu yang manusia

anggap penting, jika kamu mau melihat dari jarak yang cukup jauh.

Sayangnya, hari ini ia tidak bisa melihat dari jarak yang cukup jauh.

"Archon."

Suara itu datang dari balik pintu lengkung di belakangnya, pintu dari batu Vaelstone yang dipoles,

warnanya seperti langit malam dengan bintang-bintang yang terperangkap di dalamnya. Lyris tidak

berbalik. Ia sudah mengenali langkah kaki itu sejak dua puluh meter sebelum pintu terbuka: berat,

ritmis, dengan sedikit ketidaksimetrisan di langkah kaki kiri, bekas luka pertempuran lama yang tidak

pernah sembuh sempurna.

"Masuk, Theron."

Archon Senior Theron Vaas masuk dengan cara yang selalu ia lakukan: seperti ia memiliki setiap

ruangan yang ia masuki. Pria itu sudah dua ratus dua belas tahun, tua bahkan untuk standar Vaelthari,

namun tubuhnya masih tegak, rambutnya putih perak dipotong pendek, dan matanya yang berpupil

vertikal bersinar dengan cahaya kehijauan redup yang menandakan kadar Aetheryte tinggi dalam

aliran darahnya. Ia mengenakan jubah Archon berwarna hitam dengan bordir perak di tepinya, dan di

pinggangnya tergantung senjata seremonial yang Lyris tahu bukan sekadar seremonial.

Theron tidak pernah melepas senjata itu, bahkan di dalam kuil.

"Pesan dari Coronis Prime," kata Theron. Ia tidak menawarkan duduk, tidak menunggu

dipersilakan, langsung pada intinya. Lyris menghargai itu, meski ia tidak selalu menghargai isi

pesannya. "High Consul Davan secara resmi meminta perpanjangan Perjanjian Biru selama sepuluh

tahun."Lyris akhirnya berbalik dari jendela. "Permintaan atau tuntutan?"

"Cara mereka menyampaikannya? Permintaan. Cara mereka menaruh armada tambahan di

perbatasan Serath dalam tiga bulan terakhir?" Theron mengangkat satu alis. "Tuntutan."

Lyris berjalan ke meja kerjanya, bukan meja dalam pengertian Dominion dengan layar-layar

holografik dan koneksi jaringan galaktik. Ini meja batu, tua, permukaannya dipenuhi ukiran Vaelthari

kuno yang sebagian besar sudah tidak bisa dibaca bahkan oleh para sarjana. Di atasnya: tumpukan

dokumen fisik, beberapa kristal penyimpan data, dan cangkir teh yang sudah dingin sejak dua jam

lalu.

Ia mengambil dokumen paling atas. Laporan intelijen dari Jaringan Bayangan, unit yang secara

resmi tidak ada dalam struktur militer Vaelthari, dan secara tidak resmi adalah alasan Lyris masih bisa

tidur di malam hari.

"Armada mereka di perbatasan Serath," katanya tanpa mengangkat pandangan dari dokumen.

"Berapa kelas?"

"Empat kapal kelas Sovereign, dua belas Enforcer, sisanya kapal pendukung." Theron

menyebutkan angka itu dengan nada yang sama seperti orang menyebutkan menu makan siang.

"Cukup untuk blockade. Tidak cukup untuk serangan terbuka."

"Belum."

"Belum," setuju Theron.

Lyris meletakkan dokumen itu dan berjalan ke sisi lain ruangan, ke dinding yang dipenuhi peta

galaktik tiga dimensi yang diproyeksikan oleh kristal-kristal kecil yang tertancap di langit-langit. Vael

Expanse berwarna biru-ungu di tengah. Coronis Dominion berwarna merah di sisi berlawanan. Di

antara keduanya: The Periphery, zona perbatasan yang kacau, berwarna abu-abu, penuh dengan titik-

titik kecil yang menandakan koloni independen, jalur perdagangan, dan deposit Aetheryte yang

semakin berkurang.

Ia meletakkan jarinya di atas Varus Minor. Planet kecil yang tidak penting secara strategis, namun

mengandung salah satu deposit Aetheryte terakhir yang masih produktif di sektor tengah.

"Produksi Varus Minor naik hampir tiga puluh persen dalam dua tahun," katanya. Bukan

pertanyaan.

"Dua puluh delapan persen," koreksi Theron. "Agen kita di lapisan kedua Dominion melaporkan

bahwa kuota resmi tidak sesuai dengan kuota aktual. Ada yang disembunyikan."

"Berapa yang disembunyikan?"

Lihat selengkapnya