KOSMOS: THE AETHER WARS

Dio Septian
Chapter #5

ORISON-IV (KAEL DORN)

Orison-IV berbau besi.

Bukan besi tambang seperti di Varus Minor, bukan bau dingin mineral yang menempel di

tenggorokan. Ini bau besi yang lebih tua, lebih basah, bau dari pipa-pipa berkarat yang mengalirkan

air daur ulang melalui dinding kota yang sudah dibangun terlalu cepat dan terlalu murah dua generasi

lalu. Bau dari kota yang tidak pernah direncanakan untuk bertahan lama tapi entah bagaimana sudah

berdiri empat puluh tahun.

Kael turun dari shuttle angkut di dok pendaratan Stasiun Transit Kota Bawah dengan ransel tempur

di bahu dan surat penugasan di saku yang baru ia baca sekali di perjalanan. Satu lembar. Singkat

seperti biasa: lapor ke Komandan Stasiun Utara, evaluasi kondisi keamanan perimeter tambang timur,

kembali dalam tiga hari.

Penugasan rutin. Evaluasi triwulanan yang Kael sudah lakukan delapan belas kali di delapan belas

planet tambang berbeda dalam enam tahun.

Ia tidak tahu kenapa Orison-IV terasa berbeda saat kakinya pertama menyentuh lantai dok.

Mungkin baunya. Mungkin keramaiannya yang terlalu padat untuk jam segini, Stasiun Transit

penuh orang bergerak ke segala arah, lebih banyak dari yang seharusnya ada di dok pendaratan di jam

kerja. Mungkin cara orang-orang itu bergerak: cepat, kepala sedikit menunduk, mata tidak bertemu

mata.

Cara orang bergerak ketika mereka tidak ingin diingat oleh siapapun.

Kael menyesuaikan tali ranselnya dan mulai berjalan.

Kota Bawah Orison-IV adalah nama yang merangkap sebagai deskripsi dan ironi.

Di permukaan, planet ini memiliki dua kota besar yang masing-masing tumbuh di atas deposit

Aetheryte yang berbeda. Kota Atas dibangun lebih baru, lebih terencana, dengan gedung-gedung yang

masih cukup tinggi untuk punya nama. Kota Bawah dibangun lebih dulu, langsung di atas lapisan batu

yang kaya mineral, dan setelah empat puluh tahun ekstraksi agresif, fondasinya sudah turun rata-rata

dua meter dari posisi awal, secara harfiah lebih rendah dari ketika pertama dibangun.

Empat puluh ribu jiwa tinggal di Kota Bawah. Pekerja tambang, keluarga mereka, penyedia

layanan, pedagang, dan lapisan tipis birokrat yang menjalankan administrasi koloni otonom. Sebagian

warga Dominion, sebagian bukan, Orison-IV adalah salah satu dari sedikit planet di Periphery yangstatusnya semi-independen, diperbolehkan mengatur diri sendiri selama ekspor Aetheryte-nya

mencapai target.

Targetnya selalu naik. Seperti di mana-mana.

Kael berjalan melewati pasar terbuka di pusat Kota Bawah. Kios-kios menjual berbagai hal,

makanan yang kualitasnya menurun secara proporsional dengan harganya, peralatan bekas yang

diperbaiki cukup baik untuk dijual tapi tidak cukup baik untuk diandalkan, dan di pojok-pojok yang

lebih gelap, hal-hal yang tidak perlu label untuk dipahami fungsinya.

Ia berhenti di sebuah kios minuman. Memesan teh panas yang rasanya seperti air dengan memori

samar tentang daun teh. Minum sambil berdiri, memandangi orang-orang lewat.

Ada yang tidak beres.

Ia belum bisa menamai apa yang tidak beres. Itu bukan satu hal, itu akumulasi dari detail-detail

kecil yang masing-masing tidak signifikan. Terlalu banyak orang membawa tas besar untuk hari kerja

biasa. Seorang ibu di ujung pasar sedang mengepak dagangan di kiosnya lebih awal dari yang

seharusnya, dengan cara buru-buru yang berbeda dari cara menutup kios biasa. Dua pria berdiri di

sudut dengan cara berdiri orang yang sedang menunggu, bukan menunggu seseorang, tapi menunggu

sesuatu.

Insting tambang. Enam tahun di zona-zona seperti ini mengajarkan bahwa tubuh tahu sebelum

pikiran tahu. Kael sudah belajar tidak mengabaikan rasa itu.

Ia membuang gelas tehnya dan mempercepat langkah.

[ T-MINUS 15 JAM ]

Komandan Stasiun Utara bernama Reis, perempuan pendek berambut putih yang potongannya

sangat militer meski ia secara teknis adalah pejabat sipil koloni, bukan perwira Dominion. Ia

menyambut Kael di kantornya yang pengap dengan jabat tangan yang lebih kuat dari yang Kael

antisipasi dan tatapan yang langsung menilai.

"Sersan Dorn." Ia menarik kursi. "Duduk. Saya mau tanya dulu sebelum kamu mulai evaluasi

rutinmu."

Kael duduk. "Silakan."

"Kamu pernah ke Orison-IV sebelumnya?"

"Tidak. Ini pertama."

"Baik." Reis membuka sebuah folder di tabletnya, analog, bukan digital, Kael perhatikan. "Berarti

kamu tidak punya ekspektasi berdasarkan kunjungan sebelumnya. Bagus. Saya mau kamu lihat

sesuatu dengan mata segar."

Ia memutar tablet itu menghadap Kael.Kael melihat grafik. Data produksi Aetheryte dari Sektor Timur, tiga tahun terakhir. Angkanya naik

konsisten, tidak mengejutkan. Yang mengejutkan adalah catatan kecil di margin grafik, ditulis tangan

dengan huruf rapi: *Output aktual vs. output dilaporkan: selisih rata-rata 34%.*

Kael menatap angka itu.

"Selisih ini sudah berlangsung berapa lama?" tanyanya.

"Setidaknya tiga tahun berdasarkan data yang bisa saya akses. Mungkin lebih lama." Reis menarik

tablet itu kembali. "Saya sudah kirim laporan ke Dominion sebanyak tiga kali. Tidak ada respons.

Bulan lalu saya coba jalur lain, langsung ke Komite Pengawasan Militer Senat. Seminggu kemudian

saya mendapat surat resmi yang isinya pada intinya menyarankan saya untuk fokus pada tugas

administratif dan tidak memasuki domain yang bukan jurisdiksi saya."

"Kamu pikir ada yang mengambil selisih itu."

Bukan pertanyaan. Reis mengangguk tetap.

"Saya pikir ada yang sudah mengambilnya selama bertahun-tahun, dan saya pikir mereka tahu

bahwa saya tahu, dan, " ia berhenti. "Dan itulah kenapa saya senang ada perwira Dominion yang tiba

hari ini yang bukan bagian dari struktur komando lokal yang sudah saya tidak yakin lagi

integritasnya."

Kael duduk diam sejenak.

Ini bukan evaluasi rutin.

"Ada berapa orang yang tahu kamu memberi tahu saya ini?" tanyanya.

"Tidak ada. Saya putuskan tadi pagi, setelah tahu kamu di manifest penerbangan. Saya tidak

mencatat pertemuan ini di log harian."

Kael mengangguk pelan. "Baik. Saya butuh akses ke log produksi mentah Sektor Timur, tiga tahun

ke belakang. Dan nama-nama personel yang mengelola proses pelaporan di sana."

"Sudah saya siapkan." Reis mendorong sebuah keping data ke mejanya. "Satu hal lagi, Sersan."

"Apa?"

Perempuan itu memandanginya dengan ekspresi yang sulit dibaca, bukan takut, lebih mendekati

seseorang yang sudah menghitung kemungkinan-kemungkinan dan tidak menyukai angka yang

keluar.

"Tiga hari terakhir, ada peningkatan lalu lintas kargo yang tidak terjadwal masuk ke dok

pendaratan barat. Manifes kargo tidak cocok dengan barang yang diturunkan. Dan kemarin malam,

salah satu sensor seismik di bawah Sektor Timur memberikan pembacaan anomali yang operator saya

bilang mirip dengan pola instalasi, bukan ekstraksi, instalasi."

Kael diam.

"Kamu pikir ada yang sedang dipasang di bawah sana," katanya."Saya tidak punya keahlian untuk mendiagnosa jenis instalasi apa." Reis berdiri. "Tapi saya tahu

bahwa empat puluh ribu orang tinggal di atas tanah itu, dan saya tidak tidur dengan baik sejak tiga

Lihat selengkapnya