Orison-IV berbau besi.
Bukan besi tambang seperti di Varus Minor, bukan bau dingin mineral yang menempel di
tenggorokan. Ini bau besi yang lebih tua, lebih basah, bau dari pipa-pipa berkarat yang mengalirkan
air daur ulang melalui dinding kota yang sudah dibangun terlalu cepat dan terlalu murah dua generasi
lalu. Bau dari kota yang tidak pernah direncanakan untuk bertahan lama tapi entah bagaimana sudah
berdiri empat puluh tahun.
Kael turun dari shuttle angkut di dok pendaratan Stasiun Transit Kota Bawah dengan ransel tempur
di bahu dan surat penugasan di saku yang baru ia baca sekali di perjalanan. Satu lembar. Singkat
seperti biasa: lapor ke Komandan Stasiun Utara, evaluasi kondisi keamanan perimeter tambang timur,
kembali dalam tiga hari.
Penugasan rutin. Evaluasi triwulanan yang Kael sudah lakukan delapan belas kali di delapan belas
planet tambang berbeda dalam enam tahun.
Ia tidak tahu kenapa Orison-IV terasa berbeda saat kakinya pertama menyentuh lantai dok.
Mungkin baunya. Mungkin keramaiannya yang terlalu padat untuk jam segini, Stasiun Transit
penuh orang bergerak ke segala arah, lebih banyak dari yang seharusnya ada di dok pendaratan di jam
kerja. Mungkin cara orang-orang itu bergerak: cepat, kepala sedikit menunduk, mata tidak bertemu
mata.
Cara orang bergerak ketika mereka tidak ingin diingat oleh siapapun.
Kael menyesuaikan tali ranselnya dan mulai berjalan.
Kota Bawah Orison-IV adalah nama yang merangkap sebagai deskripsi dan ironi.
Di permukaan, planet ini memiliki dua kota besar yang masing-masing tumbuh di atas deposit
Aetheryte yang berbeda. Kota Atas dibangun lebih baru, lebih terencana, dengan gedung-gedung yang
masih cukup tinggi untuk punya nama. Kota Bawah dibangun lebih dulu, langsung di atas lapisan batu
yang kaya mineral, dan setelah empat puluh tahun ekstraksi agresif, fondasinya sudah turun rata-rata
dua meter dari posisi awal, secara harfiah lebih rendah dari ketika pertama dibangun.
Empat puluh ribu jiwa tinggal di Kota Bawah. Pekerja tambang, keluarga mereka, penyedia
layanan, pedagang, dan lapisan tipis birokrat yang menjalankan administrasi koloni otonom. Sebagian
warga Dominion, sebagian bukan, Orison-IV adalah salah satu dari sedikit planet di Periphery yangstatusnya semi-independen, diperbolehkan mengatur diri sendiri selama ekspor Aetheryte-nya
mencapai target.
Targetnya selalu naik. Seperti di mana-mana.
Kael berjalan melewati pasar terbuka di pusat Kota Bawah. Kios-kios menjual berbagai hal,
makanan yang kualitasnya menurun secara proporsional dengan harganya, peralatan bekas yang
diperbaiki cukup baik untuk dijual tapi tidak cukup baik untuk diandalkan, dan di pojok-pojok yang
lebih gelap, hal-hal yang tidak perlu label untuk dipahami fungsinya.
Ia berhenti di sebuah kios minuman. Memesan teh panas yang rasanya seperti air dengan memori
samar tentang daun teh. Minum sambil berdiri, memandangi orang-orang lewat.
Ada yang tidak beres.
Ia belum bisa menamai apa yang tidak beres. Itu bukan satu hal, itu akumulasi dari detail-detail
kecil yang masing-masing tidak signifikan. Terlalu banyak orang membawa tas besar untuk hari kerja
biasa. Seorang ibu di ujung pasar sedang mengepak dagangan di kiosnya lebih awal dari yang
seharusnya, dengan cara buru-buru yang berbeda dari cara menutup kios biasa. Dua pria berdiri di
sudut dengan cara berdiri orang yang sedang menunggu, bukan menunggu seseorang, tapi menunggu
sesuatu.
Insting tambang. Enam tahun di zona-zona seperti ini mengajarkan bahwa tubuh tahu sebelum
pikiran tahu. Kael sudah belajar tidak mengabaikan rasa itu.
Ia membuang gelas tehnya dan mempercepat langkah.
[ T-MINUS 15 JAM ]
Komandan Stasiun Utara bernama Reis, perempuan pendek berambut putih yang potongannya
sangat militer meski ia secara teknis adalah pejabat sipil koloni, bukan perwira Dominion. Ia
menyambut Kael di kantornya yang pengap dengan jabat tangan yang lebih kuat dari yang Kael
antisipasi dan tatapan yang langsung menilai.
"Sersan Dorn." Ia menarik kursi. "Duduk. Saya mau tanya dulu sebelum kamu mulai evaluasi
rutinmu."
Kael duduk. "Silakan."
"Kamu pernah ke Orison-IV sebelumnya?"
"Tidak. Ini pertama."
"Baik." Reis membuka sebuah folder di tabletnya, analog, bukan digital, Kael perhatikan. "Berarti
kamu tidak punya ekspektasi berdasarkan kunjungan sebelumnya. Bagus. Saya mau kamu lihat
sesuatu dengan mata segar."
Ia memutar tablet itu menghadap Kael.Kael melihat grafik. Data produksi Aetheryte dari Sektor Timur, tiga tahun terakhir. Angkanya naik
konsisten, tidak mengejutkan. Yang mengejutkan adalah catatan kecil di margin grafik, ditulis tangan
dengan huruf rapi: *Output aktual vs. output dilaporkan: selisih rata-rata 34%.*
Kael menatap angka itu.
"Selisih ini sudah berlangsung berapa lama?" tanyanya.
"Setidaknya tiga tahun berdasarkan data yang bisa saya akses. Mungkin lebih lama." Reis menarik
tablet itu kembali. "Saya sudah kirim laporan ke Dominion sebanyak tiga kali. Tidak ada respons.
Bulan lalu saya coba jalur lain, langsung ke Komite Pengawasan Militer Senat. Seminggu kemudian
saya mendapat surat resmi yang isinya pada intinya menyarankan saya untuk fokus pada tugas
administratif dan tidak memasuki domain yang bukan jurisdiksi saya."
"Kamu pikir ada yang mengambil selisih itu."
Bukan pertanyaan. Reis mengangguk tetap.
"Saya pikir ada yang sudah mengambilnya selama bertahun-tahun, dan saya pikir mereka tahu
bahwa saya tahu, dan, " ia berhenti. "Dan itulah kenapa saya senang ada perwira Dominion yang tiba
hari ini yang bukan bagian dari struktur komando lokal yang sudah saya tidak yakin lagi
integritasnya."
Kael duduk diam sejenak.
Ini bukan evaluasi rutin.
"Ada berapa orang yang tahu kamu memberi tahu saya ini?" tanyanya.
"Tidak ada. Saya putuskan tadi pagi, setelah tahu kamu di manifest penerbangan. Saya tidak
mencatat pertemuan ini di log harian."
Kael mengangguk pelan. "Baik. Saya butuh akses ke log produksi mentah Sektor Timur, tiga tahun
ke belakang. Dan nama-nama personel yang mengelola proses pelaporan di sana."
"Sudah saya siapkan." Reis mendorong sebuah keping data ke mejanya. "Satu hal lagi, Sersan."
"Apa?"
Perempuan itu memandanginya dengan ekspresi yang sulit dibaca, bukan takut, lebih mendekati
seseorang yang sudah menghitung kemungkinan-kemungkinan dan tidak menyukai angka yang
keluar.
"Tiga hari terakhir, ada peningkatan lalu lintas kargo yang tidak terjadwal masuk ke dok
pendaratan barat. Manifes kargo tidak cocok dengan barang yang diturunkan. Dan kemarin malam,
salah satu sensor seismik di bawah Sektor Timur memberikan pembacaan anomali yang operator saya
bilang mirip dengan pola instalasi, bukan ekstraksi, instalasi."
Kael diam.
"Kamu pikir ada yang sedang dipasang di bawah sana," katanya."Saya tidak punya keahlian untuk mendiagnosa jenis instalasi apa." Reis berdiri. "Tapi saya tahu
bahwa empat puluh ribu orang tinggal di atas tanah itu, dan saya tidak tidur dengan baik sejak tiga