Ia melihat ada poster lowongan pekerjaan. Tertera lowongan sebagai editor namun tempat penerbitan itu asing di telinga I.J.J. Meski begitu, ia tetap mengirim berkas-berkasnya melalui e-pos untuk melamar pekerjaan. Butuh waktu seminggu baru ia mendapat balasan dari tukang pos. Ia akan menjalani wawancara yang dilaksanakan tiga hari setelahnya. Ini baik bagi I.J.J. karena kesempatan tak datang dua kali.
Ia tak sabar agar cepat-cepat bekerja menjadi editor. Setelah tiga hari menunggu, ia menghadiri wawancara. Semuanya berjalan lancar dan sepertinya pewawancara sangat puas dengan kemampuan I.J.J. Maka mulai besok pun I.J.J. sudah bekerja sebagai editor di penerbitan itu.
Kehidupan dulu yang bagai krapyak itu kini perlahan digantikan dengan kehidupan barunya sebagai editor. Banyak buku-buku yang ia kerjakan dan kadang ia melembur sampai dibawa pulang ke rumah pekerjaan itu. Dari sini banyak penulis yang berkonsultasi kepadanya.
Tak dihiraukan kenyataannya bahwa banyak para penulis yang terpengaruh oleh R.R. Pujangga. Begitu pun I.J.J. sebelumnya.