Penerbitan miliknya laku keras. Bahkan tak sedikit penulis-penulis besar menawarkan diri untuk diterbitkan. Hal ini tentu bagus untuk penerbitan. Tak butuh waktu lama, I.J.J. kini sudah memiliki banyak apartemen, dan memiliki beberapa unit rumah.
Kemudian ia semakin rajin menulis. Tujuannya sudah dekat. Nama R.R. Pujangga sebentar lagi akan tersingkir dari papan nama penulis terkenal.
Kehadiran I.J.J. di dunia kepenulisan bagai godam bagi R.R. Pujangga.
Penerbitan berjalan dengan baik, karya-karya I.J.J banyak dikutip. Seperti itulah hidup yang didambakan oleh I.J.J. Ada satu penulis yang meminta kerjasama dengan I.J.J. Kemudian mereka menulis bersama dan berdebat bersama.
Waktu itu I.J.J. diminta hadir ke Sekolah Tinggi Kotabuku untuk menghadiri lokakarya tahunan sebagai penulis terkenal. I.J.J. banyak membicarakan bagaimana dulu hidupnya sengsara karena bercita-cita menjadi penulis. Namun, sekarang itu terbayarkan. Maka ia menyebarkan kata-kata semangat dan pantang menyerah kepada penulis-penulis muda.
Sejak hari itu, nama I.J.J. sudah dikatakan sebagai penulis terkenal. Sebaliknya, orang-orang mulai tak membicarakan nama R. R. Pujangga. Mereka banyak membicarakan I.J.J sebagai penulis paling berpengaruh di Kotabuku.