Kukira pengangguran teryata juragan tambang

Aguswandi
Chapter #2

Chapter 2 Kehidupan yang Tak Terduga

Kukira Pengangguran, Ternyata Juragan Tambang

 

Bab 2: Kehidupan yang Tak Terduga

 

Pagi hari menyingsing dengan cahaya matahari yang menembus celah dinding rumah kayu itu. Saat Laras membuka mata, ia mendapati ruang tengah sudah rapi. Tikar yang tadi malam dipakai Raka sudah terlipat rapi di sudut ruangan, sedangkan pria itu sendiri sudah tidak terlihat di tempat.

 

Laras berjalan keluar dengan langkah ragu. Di halaman depan, ia melihat Raka sedang duduk bersila sambil mengasah parang dengan tenang. Pakaiannya masih sama seperti kemarin, namun badannya terlihat segar dan tidak terlihat lelah sama sekali. Mendengar langkah kaki, Raka mengangkat wajah dan tersenyum tipis.

 

“Sudah bangun? Aku sudah siapkan air mandi dan teh hangat di dapur. Makanan sederhana pun sudah ada di meja,” ucapnya dengan nada biasa saja, seolah melakukan hal itu setiap hari.

 

Laras hanya mengangguk singkat tanpa menjawab. Ia masuk ke dapur dan melihat di atas meja kayu terdapat sepiring nasi hangat, ikan asin goreng, sambal, dan sayur daun singkong. Makanan itu sederhana, tapi terlihat bersih dan menggugah selera. Di dalam hatinya timbul rasa bingung—kalau dia benar-benar tidak punya pekerjaan, dari mana dia bisa menyediakan makanan ini setiap hari?

 

Sepanjang minggu pertama kehidupan mereka bersama, kebingungan Laras semakin bertambah. Setiap pagi Raka akan pergi keluar rumah tanpa mengatakan ke mana tujuannya, dan baru kembali saat senja tiba. Ia tidak membawa peralatan kerja apa pun, tidak terlihat seperti orang yang sedang membajak sawah atau bekerja di ladang orang lain. Namun setiap kali pulang, tangannya selalu membawa sesuatu—kadang beras, kadang gula, kopi, atau bahkan ikan segar yang masih basah.

 

Tetangga yang melihatnya hanya menggelengkan kepala.

“Lihat itu, entah dari mana dia dapat barang-barang itu. Jangan-jangan mengambil milik orang lain?” bisik Bu Siti sambil melirik dari balik pagar bambu.

“Bisa jadi. Orang yang tidak punya pekerjaan tetap biasanya jalannya tidak jelas,” sahut tetangga lain.

Lihat selengkapnya