Blurb
Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Lu Chen diberitahu oleh Sistem bahwa dia hanyalah manusia biasa tanpa bakat kultivasi. Pasrah dengan nasibnya, dia memilih hidup tenang di sebuah pondok terpencil, mengisi hari-harinya dengan bertani, menulis kaligrafi, dan memelihara ayam.
Namun, Lu Chen tidak tahu bahwa air yang dia gunakan untuk menyiram tanaman adalah Cairan Esensi Langit, dan coretan kaligrafinya mengandung Hukum Alam yang bisa menghancurkan sebuah sekte. Saat para Dewa dan Kaisar mulai berdatangan untuk bersujud di depan pintunya, Lu Chen hanya bingung dan bertanya: "Kalian tersesat ya? Mau mampir minum teh?"