Kultivator Terkuat yang Mengira Dirinya Warga Sipil.

P12
Chapter #2

BAB 2: Tamu yang Terlalu Rajin

BAB 2: Tamu yang Terlalu Rajin

Lin Xiaoyun terbangun keesokan paginya dengan perasaan yang sangat asing. Seluruh pori-pori kulitnya terasa sejuk, dan energi di dalam dantiannya berputar dengan kecepatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ia bukan lagi seorang praktisi tahap Inti Emas yang terluka; ia sekarang adalah seorang ahli Jiwa Nascent yang kuat. Hanya karena satu malam tidur di gubuk kayu ini dan makan sepiring tumis sawi.

Ia melihat ke arah jendela. Di sana, Lu Chen sudah sibuk di luar.

"Hup! Satu... dua..."

Lu Chen sedang melakukan senam pagi sederhana—gerakan peregangan yang sering ia lihat di video YouTube di kehidupan sebelumnya. Namun di mata Lin Xiaoyun, setiap gerakan tangan Lu Chen menciptakan pusaran energi alami yang menenangkan. Awan di langit seolah-olah bergerak mengikuti irama tangannya.

"Senior Lu!" Lin Xiaoyun berlari keluar, lalu segera bersujud. "Terima kasih atas budi penyelamatan Anda. Saya, Lin Xiaoyun, tidak akan pernah melupakan kebaikan ini."

Lu Chen berhenti meregangkan ototnya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aduh, Nona Lin, tolong bangun. Jangan sujud-sujud begitu, nanti bajumu kotor lagi. Saya sudah bilang, saya hanya warga sipil. Kamu membuatku merasa seperti kakek-kakek."

Warga sipil? Lin Xiaoyun tersenyum pahit dalam hati. Mana ada warga sipil yang memelihara Phoenix sebagai ayam jago dan menggunakan kapak pembelah ruang untuk memotong kayu bakar?

"Karena saya tidak punya tempat tujuan, izinkan saya tinggal di sini untuk melayani Anda, Senior," pinta Lin Xiaoyun dengan tulus. Ia tahu, di luar sana Sekte Gerhana Bayangan masih mencarinya. Tempat ini adalah satu-satunya zona aman di seluruh benua.

Lu Chen menimbang-nimbang. Yah, punya asisten cantik di rumah tidak buruk juga. Lagipula, mencuci baju dan menyapu lantai itu melelahkan.

"Baiklah, kalau kamu memaksa. Tapi jangan panggil aku 'Senior'. Panggil saja namaku. Oh ya, kalau mau bantu, tolong sapu halaman ya. Aku harus pergi ke sungai sebentar untuk mengambil air," ucap Lu Chen sambil mengambil dua ember kayu tua.

"Baik, Senior—maksud saya, Tuan Lu!" Lin Xiaoyun dengan semangat mengambil sapu lidi di pojok pagar.

Begitu Lu Chen hilang dari pandangan, Lin Xiaoyun mulai menyapu. Namun, ia segera menyadari sesuatu yang mengerikan. Sapu lidi itu... setiap helainya terbuat dari ranting Pohon Pencerahan!

Lihat selengkapnya