Kupu-Kupu Biru di Punggung Ibu

Oleh: Sarah lufiana

Blurb

Juni tidak tahu takdir apa yang menggerogoti kewarasannya. Saat itu, dia hanya anak-anak yang iri, hanya bocah laki-laki yang ingin dicintai. Juni tidak pernah bermaksud membunuh satu-satunya yang dia miliki, tapi jelas bahwa dia berniat mendorong Mei ke sungai saat hujan menderai begitu derasnya.

Meski Mei baik-baik saja, rasa bersalah Juni terus mengikuti layaknya bayangan. Selepas hujan, Juni kedinginan sendirian. Juni selalu ingin Mei mati karena iri, tapi Juni sangat membenci dirinya yang berpikir seperti itu.

"Jun," panggil Mei ketika Juni menangis tersedu-sedu. Juni menoleh lemah, tapi tatap mata Mei begitu teduh sampai Juni lupa rasa sakitnya, matanya yang menenangkan, dan lekuk senyum yang menyiratkan kehangatan. Juni lupa, bahwa dia membencinya.

"Jun," katanya lagi menghampiri Juni, memeluk kewarasan dan sisa rasa sakitnya. "Kamu baik-baik saja, kan?"

Tidak ada jawaban, Juni hanya terisak. Dengan setiap helaan napasnya, Juni berusaha tetap hidup untuk Mei.

Lihat selengkapnya