Kutang Untuk Prita

Sugiadi Azhar
Chapter #5

Bab 4 Mereka Datang

11 Maret 2021

Tidak seperti biasanya, hari itu mulut Ibu terkatup rapat, seolah ada rahasia besar yang sedang ia kunci di balik bibirnya. Namun, tubuhnya jauh lebih sibuk dari kata-kata. Hari itu, aku menyadari Ibu tampak berbeda. Ia lebih cantik. Baju yang ia kenakan bukan daster kusam yang biasa berbau asap dapur, melainkan gaun yang sudah lama tersimpan di dasar lemari. Dandanannya tipis, namun aroma wangi bunga menyapu ruangan yang biasanya berbau apak. Hari itu, untuk pertama kalinya, Ibu tampak lebih peduli pada pantulan cermin dibanding perut kami yang kosong.

Lalu, ketukan itu terdengar.

Ibu berlari kecil, membuat papan-papan rumah kami yang ringkih berderit protes. Aku sempat melihatnya menata ekspresi, menarik napas dalam, sebelum akhirnya jemarinya yang gemetar memutar gagang pintu. Sosok pria jangkung berkulit kecokelatan berdiri di sana. Tubuhnya terbalut kemeja krem dan celana hitam polos yang rapi namun bersahaja.

Dia tidak sendirian. Di balik punggung lebarnya, ada sosok kecil yang bersembunyi. Seorang gadis kecil yang tampak enggan memperlihatkan wajahnya, seolah dunia di luar sana terlalu menakutkan untuk dihadapi.

Sebelum mempersilakan mereka masuk, Ibu menoleh ke arah kami. Ia menilai ekspresi kami seolah sedang menimbang nasibnya sendiri. Aku hanya berkedip tanpa ekspresi, mencoba mencerna apa yang terjadi, sementara di sampingku, alis Kak Rama bertaut tajam. Amarah sudah mulai menyulut di matanya.

"Ayo, masuk," suara Ibu bergetar kecil saat membimbing tamunya masuk.

Kak Rama tidak menunggu sedetik pun. Ia berbalik, mendengus keras, dan membanting pintu belakang hingga seluruh rumah papan kami bergetar. Ia sudah menilai situasi ini dan memutuskan sikapnya: penolakan total. Ibu menatap pria itu dengan tatapan memohon maaf, lalu beralih padaku. Raut wajahnya berubah pesimis, penuh permohonan agar aku tidak melakukan hal yang sama dengan kakakku. Aku terjepit di antara keinginan untuk tidak mengecewakan Ibu dan kesetiaan untuk tidak mengkhianati Kak Rama.

Lihat selengkapnya