L`Etoile : Siasat Di Balik Pintu Dapur

Amila Fitriati Mardhatillah
Chapter #2

Malu

Lift turun dengan kecepatan yang stabil, memberikan Amala waktu untuk menenangkan degup jantungnya. Ia sempat merapikan helai rambutnya yang sedikit bergeser dan memeriksa pantulan dirinya pada dinding logam lift. Semuanya terkendali, pikirnya. Ia sudah membayangkan bagaimana ia akan menceritakan keberhasilan proyeknya tadi siang kepada Abyakta—eh, maksudnya kepada Ardi—sambil menikmati makan malam yang mewah.

Pintu lift terbuka di lantai dasar. Lobi gedung kantor Ardi yang megah, dengan marmer hitam yang mengilap dan lampu gantung kristal yang menjuntai, tampak lebih ramai dari biasanya. Amala melangkah keluar dengan keyakinan penuh. Ia bisa melihat pintu keluar gedung di kejauhan, dan di dekat pintu masuk utama, ia melihat sosok pria yang ia kenal sangat baik sedang berdiri sambil tertawa kecil.

Ardiatama tampak memukau dengan setelan jas charcoal yang pas di badan. Namun, langkah Amala melambat saat menyadari Ardi tidak berdiri sendiri.

Di sampingnya, seorang wanita dengan gaun sutra berwarna champagne yang tampak sangat elegan sedang tersenyum manis. Dan yang membuat napas Amala tertahan, bahkan terasa nyeri di dadanya adalah keberadaan seorang anak perempuan kecil, mungkin berusia sekitar lima tahun, yang sedang memegang tangan Ardi dengan erat. Anak itu mengenakan gaun yang senada dengan ibunya, dan tawa mereka bertiga terlihat seperti potret keluarga yang diambil dari iklan majalah lifestyle.

Amala merasakan dunianya bergetar. Logika yang selama ini ia agungkan tiba-tiba kehilangan maknanya. Mungkin dia klien? Tidak. Klien tidak akan menggandeng tangan seorang pria seperti itu.

"Ardi?" panggil Amala. Suaranya tidak keras, namun di lobi yang mulai tenang karena jam pulang kantor, suaranya terdengar cukup jelas.

Ardi menoleh. Senyum yang tadi merekah di wajahnya seketika luntur, digantikan oleh ekspresi pucat pasi yang tak bisa disembunyikan. Ia melepas gandengan wanita itu dengan refleks yang canggung, seolah-olah tangannya baru saja tersengat listrik.

Wanita di samping Ardi menatap Amala dengan tatapan penuh tanya, lalu beralih ke Ardi. "Siapa dia, Mas?"

Lihat selengkapnya