Labirin Ingatan di Rumah Kamakura

Tethy Ezokanzo
Chapter #1

Prolog - Rumah dari Es

Namaku Emiko.

Dalam bahasa Jepang, namaku ditulis dengan kanji yang berarti "anak yang diberkati dengan senyuman". Sebuah doa yang ironis, pikirku. Sebab di rumah kayu tua di pinggiran Kamakura ini, senyum adalah barang mewah yang jarang dipajang di atas meja makan, jauh lebih langka daripada porselen Arita koleksi mendiang nenek yang hanya dikeluarkan saat perayaan tahun baru.

Aku berusia dua puluh lima tahun. Aku bekerja di sebuah perusahaan periklanan di Tokyo, menghabiskan waktu berjam-jam di dalam kereta yang sesak, hanya untuk pulang ke sebuah bangunan yang enggan kusebut rumah; sebuah tempat yang suasananya lebih dingin daripada gerbong berpendingin udara di jalur Yokosuka.

Lihat selengkapnya