Lahir Dari Luka

Camèlie
Chapter #19

Bab 19 - Digital Forensik

Hari kedua. Udara di lorong ICU terasa dingin.

Maya berdiri di balik kaca pembatas, menatap lurus ke dalam ruangan isolasi. Di ranjang itu, Lana terbaring diam. Wajahnya pucat. Pergelangan tangan kirinya ditopang gips dan dibalut perban tebal, sementara selang infus tampak menancap di punggung tangan kanannya. Dadanya naik-turun lambat karena pengaruh obat penenang.

Meski terhalang kaca tebal, Maya masih bisa mendengar suara monitor detak jantung di dalam sana. Satu-satunya penanda bahwa Lana masih bernapas.

Ponsel di saku Maya bergetar.

Pak Agam: "Saya sudah di rumah sakit, Bu. Saya tunggu di taman belakang supaya lebih leluasa bicara.

Maya menarik napas panjang. Ia menyentuhkan telapak tangannya sejenak ke permukaan kaca yang dingin, lalu berbalik. Tangan kanannya mencengkeram erat gagang tongkat jalan berwarna hitam, menopang tubuhnya agar tumitnya yang dijahit tak banyak menerima beban.

Tuk... tuk... tuk...

Bunyi ujung tongkat yang beradu dengan lantai mengiringi setiap langkah pincangnya menyusuri lorong rumah sakit.

Taman rumah sakit sore itu cukup sepi. Maya duduk di salah satu bangku panjang, sementara tongkatnya disandarkan di sisi meja batu.

Tak lama, langkah kaki terdengar mendekat. Agam datang dengan setelan kemeja rapi, membawa tas kerja kulitnya.

"Bagaimana kondisi Non Lana, Bu?" tanya Agam seraya duduk di seberang Maya. Matanya lalu melirik ke arah tongkat hitam di sebelah Maya. "Dan... maaf, kaki Ibu kenapa?"

"Lana masih belum sadar," jawab Maya datar, sama sekali mengabaikan pertanyaan tentang kakinya. "Pak Agam, langsung saja, apa yang kamu temukan?"

Agam mengangguk paham. Ia segera membuka tas kerjanya dan mengeluarkan sebuah laptop. Ia memutar layarnya menghadap Maya.

"Satu kabar baik, dan satu kabar buruk, Bu," ucap Agam sambil mengetikkan kata sandi. "Kabar baiknya: Video itu palsu. Hasil rekayasa."

Agam menekan Enter. Dua video muncul bersebelahan di layar.

"Sebelah kiri ini video asli dari situs dewasa Rusia tahun 2019. Sebelah kanan, video viral Lana. Perhatikan bagian leher dan rahangnya."

Agam memperbesar tampilan video tersebut. "Ini Deepfake, Bu. Wajah Lana ditempel ke tubuh orang lain pakai AI. Pembuatnya lumayan rapi, tapi software pembaca forensik saya masih bisa mendeteksi cacat pikselnya."

Lihat selengkapnya