Lahir Dari Luka

Camèlie
Chapter #15

Bab 15 - Perang Algoritma

Jam digital di atas nakas menunjukkan pukul dua pagi. Lampu kamar sudah dimatikan, menyisakan cahaya terang dari layar handphone yang menyorot wajah Julian. Dia sudah mencoba memejamkan mata berjam-jam, tapi gagal.

Ucapan ibu Lana masih terngiang jelas di kepalanya. Kata-kata itu bikin Julian merasa jadi pengecut sungguhan. Bersembunyi di kamar seperti ini tidak akan membuktikan apa-apa ke Lana kalau dia sudah tahu bahwa video itu palsu.

Julian mengusap wajahnya kasar, lalu kembali menatap layar handphone yang menampilkan beranda sosial medianya. Jari-jarinya menggulir timeline tanpa minat, sampai matanya berhenti di sebuah utas trending tentang skandal selebriti.

Dia membaca deretan komentar di utas itu. Julian menyadari sesuatu. Ada satu pola di kolom komentar itu. Sesuatu yang lumrah di internet zaman sekarang. Entah itu skandal artis, pejabat blunder, atau kebijakan pemerintah, semuanya bisa disetir. Kebenaran atau fakta sering kali kalah sama suara yang paling keras. Kalau kolom komentar sudah dipenuhi ribuan akun yang meneriakkan hal yang sama, meskipun akun tersebut akun bodong, publik pasti ikut terseret. Siapa yang paling berisik, itu justru yang bisa menyetir kepercayaan orang.

Julian menegakkan duduknya. Satu sekolah sampai sekarang masih percaya video Lana itu bukan editan karena kolom komentarnya isinya hujatan semua. Berarti dia cuma perlu melakukan hal sebaliknya. Dia tidak perlu bersusah payah menyebarkan bukti ke tiap orang. Dia cuma perlu membuat mereka ragu, lalu biarkan orang-orang itu menyadari kejanggalannya sendiri.

Taktik ini memang kotor, tapi Julian sudah tidak peduli. Yang ia pedulikan hanyalah bagaimana caranya agar Lana tahu dia tidak sendirian.

Tanpa pikir panjang, dia membuka kolom pencarian di Instagram.

Jasa Komen. Tim Buzzer Aktif. Real Account.

Ada puluhan akun yang menawarkan jasa itu terang-terangan. Julian memilih satu akun yang terlihat trusted dan sudah memiliki banyak testimoni. Setelah mengecek semuanya, dia langsung mengetik pesan.

Julian: Gw butuh slot komen sekarang. Serang balik postingan ini. [Link Video Lana]

Admin: Materi dari siapa?

Julian: Dari gw. Copy-paste kalimat ini. “HOAX! Cek detik ke 4. Itu bukan tangan Lana. Lana aslinya selalu kuku pendek, nggak pernah panjang!” Kasih juga narasi lain yang intinya sama.

Admin: Berapa akun? Rush Hour gini harganya lebih tinggi.

Julian: Sebanyak-banyaknya. Seribu, dua ribu, hajar semua.

Admin: Oke. Ini Pricelistnya.

Julian langsung membuka m-banking dan mentransfer uang bulanannya ke rekening admin tersebut.

Send.

Layar menampilkan centang hijau. Julian membuang napas pelan, lalu beralih membuka foto profil Lana di WhatsApp.

Lihat selengkapnya