Lahir Dari Luka

Camèlie
Chapter #11

Bab 11 - Jejak Ragu

Jam dinding kantin menunjukkan pukul 10.15. Bel istirahat pertama sudah berbunyi sejak sepuluh menit yang lalu. Kantin penuh sesak, bising oleh suara obrolan dan denting sendok.

Julian duduk di pojok kantin, mengaduk-aduk es jeruk yang es batunya sudah mencair.

"Woy, dimakan dong, Jul," tegur Raka sambil menyuap potongan batagor besar ke mulutnya. Ia mengunyah dengan nikmat, sangat kontras dengan Julian yang tampak tak bernafsu. "Jangan melamun aja. Buruan abisin, bentar lagi jam istirahat kelar. Sayang tuh bakso."

Adit, yang duduk di seberang Raka, ikut mengangguk setuju. "Iya tuh, Jul. Pucat bener muka lo hari ini."

Julian hanya bergumam tak jelas. Matanya menatap kosong ke arah mangkuk bakso yang tak disentuh. Ada rasa bersalah yang mengganjal di dadanya.

Lana pasti sedih kalau tahu gue berantakan gini, batinnya otomatis. Gadis itu paling cerewet soal kesehatan dan akademik.

Detik berikutnya, Julian mendengus kasar. Ia mengusap wajahnya frustrasi.

Persetan sama Lana. Ngapain gue mikirin cewek yang udah main gila di belakang gue?

"Santai aja kali, Jul," kekeh Raka di sela-sela kunyahannya, menyadari kegelisahan temannya. "Cewek mati satu tumbuh seribu. Lo ganteng, tajir. Tinggal tunjuk juga dapet."

Julian hendak menjawab, tapi tiba-tiba—

PRANG!

Seorang siswa kelas sepuluh yang sedang berlarian bercanda dengan temannya menabrak meja sebelah. Gelas es teh manis tumpah. Cairan cokelat itu membasahi meja dan menciprat sedikit ke sepatu siswa itu.

"Woy, ati-ati dong!" seru temannya.

Tapi reaksi siswa yang menumpahkan itu justru tertawa. "Yah, tumpah deh. Yaudah sih, ntar gue ganti. Bu! Es teh satu lagi ya! Meja sini lap-in dong!"

Siswa itu tertawa lagi, melanjutkan candaannya seolah tidak terjadi apa-apa.

Julian terpaku menatap genangan es teh itu. Tawa santai siswa itu berdenging di telinga Julian. Tanpa beban. Tanpa rasa takut.

Tiba-tiba, sebuah ingatan menghantam kepala Julian. Ingatan seminggu yang lalu di dalam kelas saat jam istirahat.

(Flashback: Seminggu Lalu)

Suara kipas angin kelas berputar pelan. Hanya ada mereka berdua. Lana sedang membantu Julian mengerjakan soal remedial Fisika.

"Ini rumusnya salah, Jul. Harusnya pakai sin, bukan cos," kata Lana lembut sambil menunjuk buku latihan Julian.

Julian mengangguk. Lana meraih botol minumnya yang terbuka di atas meja, hendak minum. Tapi gerakan tangannya terlalu cepat, tidak sengaja menyenggol sisi meja.

Byur.

Botol minum itu terguling. Air putih tumpah membasahi meja dan menggenangi ujung buku latihan Julian.

Reaksi Lana membuat Julian terheran-heran.

"Ya ampun! Julian, maaf! Maaf banget!" Wajah Lana pucat pasi. Bibirnya gemetar.

"Lan, hei... santai aja," kata Julian bingung, buru-buru mengangkat bukunya. "Cuma air putih kok. Nanti juga kering."

"Jangan! Nanti kertasnya keriting! Nanti bergelombang! Aduh, gimana ini?" Lana buru-buru mengambil tisu dari tasnya, menekan-nekan halaman basah itu dengan gerakan panik. Napasnya memburu cepat.

"Jangan marah ya, Jul... Aku nggak sengaja. Sumpah aku nggak sengaja. Aku ganti bukunya ya? Nanti aku salinin ulang catatannya. Kalau basah gini nanti jelek..."

(Kembali ke Masa Kini)

Lihat selengkapnya