Langit Kelima: Kunci Etheria

Muhammad Algis algifachri
Chapter #1

Bab 1 - Angin yang Membisik

Langit senja di atas Windara menyajikan pemandangan yang indah sekaligus sunyi. Warna oranye memudar perlahan menjadi kelabu, sementara angin lembut mengelus daun-daun pohon pinus yang mengelilingi desa kecil itu. Di ujung tebing, Kael Ardyn berdiri diam, matanya menatap jauh ke cakrawala yang mulai gelap.


Rambut hitamnya tertiup angin, dan di dalam dadanya, getaran aneh bergemuruh—seperti bisikan yang berusaha menyampaikan sesuatu padanya, sesuatu yang tak bisa ia mengerti sepenuhnya.


Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menangkap suara samar yang berasal dari angin. Tapi bisikan itu datang dan pergi seperti bayangan, tak bisa diraih, meninggalkan rasa penasaran dan kegelisahan.


“Kael!” suara riang memecah kesunyian itu.


Lyra Elune berlari menuruni bukit dengan langkah ringan. Matanya yang tajam menyapu ke sekeliling sebelum berhenti pada Kael. “Kau di sini lagi? Kau tahu ibu-ibu di desa sudah mulai mengkhawatirkanmu.”


Kael tersenyum tipis, menoleh ke arah Lyra. “Aku cuma ingin mendengar angin bicara, Lyra. Itu saja.”


Lyra menggeleng, setengah kesal, setengah penasaran. “Angin bicara? Itu cuma omong kosong.”


“Tapi kau belum pernah dengar, kan?” Kael membalas, menatap jauh ke langit yang mulai berpendar merah.



---


Mereka berjalan perlahan menuju desa, melewati jalan setapak yang dihiasi semak dan bunga liar. Suasana begitu tenang, seolah dunia tak bergerak kecuali bisikan angin yang terus menggelitik di telinga Kael.


“Sudah lama aku merasa ada sesuatu yang berubah,” Kael akhirnya berbicara pelan, hampir pada dirinya sendiri. “Seperti ada sesuatu yang mengintai, sesuatu yang akan datang.”


Lyra menatapnya tajam. “Apa maksudmu?”


Kael menatap ke arah hutan di ujung desa, tempat bayangan pohon tampak lebih pekat dan gelap. “Aku tidak tahu... tapi malam ini aku merasakan gelombang Etheria yang berbeda. Lebih kuat, tapi juga... menakutkan.”


Lyra menghela napas panjang. “Kau dan urusan Etheria-mu itu. Jangan biarkan itu membuatmu takut.”



---

Lihat selengkapnya