Mungkin aku ini ayah yang buruk.
Ayah yang belum mampu menyediakan baju baru, atau makanan layak, atau tempat tinggal yang aman.
Tapi aku tak akan pernah berhenti. Tak akan pernah menyerah.
Karena hidup bukan tentang siapa yang terlihat kuat,
tapi siapa yang tetap berdiri meski tertatih dan ditendang dari segala arah.
Aku akan lakukan apa yang kubisa. Meski harus mengemis, meski harus membuang semua sisa harga diri, asal
Jelita tidak merasakan pahitnya dunia secepat ini.
Aku akan jadi tembok terakhir. Yang berdiri meski retak.