Ketika matahari mulai mengintip malu-malu dari balik bangunan tinggi, Jelita akhirnya tertidur.
Tapi panas tubuhnya tak mereda— seolah demam itu sedang membakar langit dan tak mau padam.
Aku kemasi karung kecil yang berisi baju lusuh, sehelai popok kain,
dan sisa roti kemarin yang sudah mengeras. Saat kutinggalkan emperan toko itu,
tak ada satu pun orang menatap kami.
Tapi aku tahu…