Langit Menolak Jelita

Temu Sunyi
Chapter #20

Sunyi di Ujung Lorong Rumah Sakit


Napas Jelita mulai tersendat, makin lambat. Sekali-dua kali ia menarik udara seperti menolak diajak mati, tapi tubuhnya…

terlalu lelah untuk bertahan.

Lalu aku melihat bangunan besar, putih, dingin—rumah sakit. Terlalu bersih untuk sebuah kematian.

Terlalu putih untuk duka sekelam ini.

Kudobrak pintu. Kuteriakkan luka yang tak bisa ditahan lagi.

“Tolong anak saya!

Tolong!

Dia butuh pertolongan cepat!”

Perawat datang tergesa, mengarahkan tempat tidur. Aku meletakkan Jelita di atasnya.

Kupanggil-panggil namanya, panik, putus asa.

 “Jelita…

Ayah di sini…

Ayah belum menyerah…

tolong buka matamu…”

“Ayah sudah kehilangan semuanya…

jangan jadi penutupnya juga…”

“Tuhan…

kuberikan hidupku—ambil!

Sekarang!

Lihat selengkapnya