Langit Menolak Jelita

Temu Sunyi
Chapter #22

Di Mana Tuhan Bersembunyi


Mereka bilang, anak-anak adalah titipan Tuhan. Tapi tak satu pun dari mereka yang mau menjawab...

saat Tuhan memutuskan mengambil kembali titipannya,

kenapa ia memilih mencabutnya dari pelukan orang paling miskin?

Jelita, anakku...

kini hanya nama yang kugumamkan tanpa suara.

Tak ada suara tangis, tak ada kehangatan di peluk.

Hanya seonggok kenangan dingin yang kini kupeluk sepanjang malam.

Aku berjalan kaki, membawa tubuhmu yang membiru.

Setiap langkah, seperti menapaki pecahan takdir—tajam, berdarah, sepi.

Orang-orang menatap, lalu menunduk. Karena rasa kasihan lebih mudah daripada tindakan.

Karena empati itu cuma tulisan di papan reklame yang tak bisa membayar biaya rumah sakit.

Cincin kawin yang dulu kusematkan dengan penuh harap...

Lihat selengkapnya