Langkah Kaki

Adikanda
Chapter #3

3: 2025

Kaki Khalisa membawanya melipir ke tempat ternyamannya selain kamar, yaitu sebuah rumah makan soto yang muncul. Warung soto itu terletak di paling pojok  antara deretan ruko di pinggir jalan jalur lari pagi Khalisa. Hampir selalu ramai setiap pagi, atau setiap hujan. Namun, Khalisa sudah menjadi anak kesayangan dari pembuat soto di tempat tersebut, Bu Hamidah. Sehingga, kursi untuknya selalu tersedia. Jika Khalisa tidak memiliki jadwal berlari pagi, dia pasti akan mengabari Bu Hamidah melalui nomor telepon agar tidak perlu disediakan tempat. Jika Khalisa tidak menyadari, Bu Hamidah telah membuka dirinya tanpa perlu diminta.

Kursi yang disediakan segera terpampang saat Khalisa memasuki pintu. Ada seseorang yang duduk di sampingnya, menjaga agar kursi tetap kosong, Christian. Mereka sering kali memang bertemu di tempat ini. Khalisa pernah mengajak Christian saat awal pertemanan mereka, sehingga Christian menjadikan tempat ini sebagai salah satu rumah makan kesukaannya. Terkadang, mereka bertemu di tempat ini tanpa berjanjian. Seperti hari ini.

“Tuh, Nduk. Sudah ditunggu dari tadi,” sapa Bu Hamidah sambil menunjuk Christian.

Khalisa mengucapkan terima kasih pada Bu Hamidah sebelum duduk di kursi yang telah disediakan. Soto sampai dengan cepat di hadapannya.

“Gak bisa tidur lagi?” Tanya Khalisa pada Christian.

“Selalu ketahuan.”

“Apalagi alasannya selain itu? Kalau tidur dulu kamu pasti belum bisa keluar rumah di jam segini. Belum tidur sejak subuh  tadi, kan? Kenapa?”

“Biasa. Gak bisa tidur aja, Ca.”

Penyakit Christian adalah dia sulit sekali untuk tidur. Perlu bantuan obat atau suasana yang sangat mendukung untuk membuatnya tidur dengan jejak. Makan soto di pagi hari menjadi salah satu upayanya untuk dapat tertidur pulas setelah perutnya terisi penuh. Namun, segalanya hanya upaya. Bisa jadi ia justru hanya memandang langit-langit kamar setelah menjatuhkan dirinya di kasur.

Lihat selengkapnya