Langkah Kaki

Adikanda
Chapter #20

20: 2025

Sudah cukup lama Christian menghabiskan waktu di kamar Khalisa. Tadi, Anton sempat membersamai mereka hanya untuk memberi obat dan makanan yang harus ia beli. Kemudian dirinya memutuskan untuk kembali keluar, berdiam diri di ruang tamu, seakan dia datang ke rumah itu untuk berkunjung.

Christian keluar dari kamar putrinya, ekspresi baru tumbuh di wajah Anton. Antara lega akhirnya laki-laki asing ini telah menyelesaikan urusannya, atau pula gelisah khawatir ia membawa kabar buruk akan anaknya di kamar.

“Sudah?” tanya Anton gugup. Entah apa yang sudah.

Christian menjawab sewajarnya seakan ia mengerti apa yang ada di kepala orang tua di depannya ini, “Khalisa sudah tidur, Pak.”

“Oh…” Anton memang tidak pernah mudah untuk bersuara di rumahnya sendiri. Ia menganggap rumah ini seperti tempat keramat. Harus berhati-hati, mungkin atas kesalahannya di masa lalu.

Tak memerdulikan respon Anton, Christian bersuara kembali, “Maaf, Pak. Saya harus kembali ke lokasi syuting. Mungkin akan minta izin ke teman-teman, sekaligus cek situasi. Kalau aman, saya akan balik lagi kesini secepatnya, Pak.” Anton tidak menjawab, tidak juga melihat si yang berbicara. Dia sibuk menatap lantai. Seperti ada kesalahannya yang jatuh di sana. Tak peduli lagi, mungkin karena gemas, Christian justru memberi pertanyaan, “Bapak tidak mau cek Ica dulu? Gantian jaga mungkin? Siapa tahu Ica tiba-tiba terbangun dan butuh sesuatu,” diucapkan dengan begitu lembut oleh Christian. Ia gemas ayah dari Khalisa sendiri tidak terburu-buru untuk memeriksa keadaan anaknya. Christian tidak ingin memberikan kesan memaksa, tetapi jujur ia merasa memang perlu ada orang lain yang bergantian berjaga. Ia khawatir jika Khalisa terbangun dan menemukan tidak ada siapapun di sampingnya. Khalisa tidak hanya sakit secara fisik, tetapi juga jiwanya. Harus ada orang yang menemaninya.

“Oh, iya. Pergilah kalau begitu. Saya jaga Ica,” jawab Anton akhirnya meski agak kikuk.

Lihat selengkapnya