Ia melangkah keluar kamar, menyusuri koridor marmer yang dingin. Foto-foto keluarga terpajang di dinding, menampilkan senyum-senyum sempurna yang menyembunyikan kebusukan di baliknya. Foto mereka sedang berlibur di Eropa, di balik kemudi mobil sport mewah, di jamuan makan malam yang megah. Semuanya adalah kebohongan visual.
Pintu dapur terbuka sedikit. Mariana mengendap-endap, berharap menemukan setidaknya sepotong roti kering. Dapur ini... jantung dari panggung sandiwara mereka. Meja island besar di tengah, selalu dihias dengan piring-piring makanan cantik yang belum disentuh dan buah-buahan impor yang hanya untuk pajangan.
"Siapa di sana?" suara Bu Susiana tiba-tiba terdengar dari ruang makan, membuat Mariana terlonjak.
Mariana segera menyusup ke balik pilar besar, jantungnya berdebar kencang. Ia mengintip. Bu Susiana sedang berbicara di telepon, suaranya ceria, seperti sedang siaran.
"Oh, tentu saja! Mariana kami selalu makan makanan organik, Tante. Dia very particular soal nutrisi," kata Bu Susiana sambil tertawa renyah, tawa yang tak pernah Mariana dengar saat mereka hanya berdua. "Kami ingin memastikan dia selalu fit untuk endorsement vitaminnya. Dia kan duta hidup sehat."
Mariana mengepalkan tangannya. Duta hidup sehat? Aku nyaris mati kelaparan tadi! Ia melihat ke arah meja makan. Ada sepiring pancake dengan taburan buah beri dan sirup maple, sempurna seperti di majalah. Di sampingnya, segelas smoothie hijau yang berbusa. Ia tahu, itu semua untuk konten story Instagram pagi ini. Tak tersentuh. Tak boleh disentuh.
"Pokoknya, Tante jangan khawatir soal Mariana," lanjut Bu Susiana. "Gizi dan kesehatannya nomor satu. Oh, btw, ini kami mau coba breakfast baru, cocok sekali untuk kulit dan penampilan."
Mariana menunggu sampai ibunya selesai berbicara, lalu cepat-cepat melesat ke dapur. Perutnya melilit. Ia membuka lemari es besar yang mengilap, lemari es yang seharusnya penuh. Isinya hanya beberapa botol air mineral, satu kotak susu almond yang nyaris kosong, dan sayuran segar yang sudah menguning, jelas untuk dekorasi semata. Tak ada makanan sisa, tak ada camilan tersembunyi. Kosong melompong.
Ia menghela napas panjang, matanya menjelajahi setiap sudut dapur. Di mana biasanya orang menyimpan makanan tersembunyi? Di balik rak-rak piring mewah? Di dalam laci-laci yang kelihatannya hanya berisi peralatan makan mahal?