Laporan Jumat Malam

Hendi Ardiansyah
Chapter #7

Tiga Hari Menuju Perburuan

Malam itu, pukul sembilan pas. Tiga hari sebelum batas waktu pengumpulan laporan pertama.

Layar ponsel Anton, sang Ketua Kelas 11-A, tidak berhenti bergetar dan menyala di atas meja belajarnya. Cahaya biru dari layar smartphone itu memantul di wajah Anton yang tegang. Notifikasi dari grup WhatsApp tanpa guru, 11-A OFFICIAL itu meledak bagai rentetan tembakan tanpa henti.

“Anjir lah, itu guru baru agak laen emang. Masa kita disuruh saling cepu.” Pesan dari Reno.

“Emang sakit sih. Guru baru sok iye banget. Masuk-masuk langsung buat aturan. Dih! Kayak apa banget!” lanjut Siska.

“Tapi poin 5 nilai akhir itu gede banget, guys. Kalau tiap minggu dapet, nilai ujian kita bisa ketolong.” Tia yang selalu menjadi kompor kelas ikut nimbrung.

“Masalahnya kalau gak ada yang berbuat salah gimana, woy? Kita dapet poin merah dong Sabtu pagi.” Bimo satu geng Reno ikut panik.

“Ya cari-cari lah, bego! Atau bikin gara-gara sekalian biar ada bahan!” Tanpa sadar, chat dari Reno inilah yang menutup keributan di grup kelas malam itu.

Pesan dari Reno adalah penutup obrolan di grup kelas itu.

Hanya beberapa menit setelah grup utama mendadak hening, sebuah notifikasi baru muncul di ponsel Reno dan Bimo. Ternyata Siska membuat grup WhatsApp rahasia baru berisi mereka bertiga tanpa sepengetahuan anak-anak lain.

“Guys, kalian udah dapet laporan buat Jumat belum? Gue kepikiran terus dari tadi.” Siska membuka obrolan.

Belom lah, anjir. Mana ada anak-anak yang berani bikin masalah pas ada guru baru? Pada tiarap semua.” Balas Bimo.

Nah itu dia! Kalau pada anteng semua, kita dapet poin dari mana? Gue gak mau ya nilai gue jeblok gara-gara poin merah.” Lanjut Siska.

Tenang napa. Kalau gak ada masalah, ya kita bikin masalahnya sendiri.” Reno yang dari tadi hanya nyimak, sekarang ikut nimbrung dalam obrolan grup khusus itu.

“Maksud lu gimana, Ren?” Rupanya Siska belum menangkap isi chat Reno.

Besok pas jam istirahat, kita pancing anak-anak cowok yang lembek. Bimo, lu senggol si Gilang atau siapa pun yang sedang bawa buku. Bikin dia seolah-olah ngamuk dan nabrak lu.” Lanjut Reno.

Oalah, jebakan! Nanti gue yang rekam dari balik pintu! Dari angle gue, tinggal dipotong biar kelihatannya si Gilang yang nyerang Bimo duluan.” Ide siska tak kalah menarik.

Lihat selengkapnya