Laporan Jumat Malam

Hendi Ardiansyah
Chapter #19

Sorotan Lampu Kilat

Selasa, pukul 10.30 WIB.

Deru mesin kapal feri melambat saat moncong kapal menyenggol bantalan karet di dermaga utama pelabuhan daratan. Asap hitam membubung kencang ke udara. Susana terihat sangat beda, semua murid sedikit panik, tidak ada helaan napas lega dari anak-anak Kelas 11-A. Dari deck atas kapal, mereka menatap pemandangan pelabuhan dengan dada yang kian sesak.

Pelabuhan telah dipenuhi oleh puluhan awak media. Lampu-lampu kilat kamera mengambil gambar tanpa henti. Belasan mobil polisi dengan sirene membisu terparkir rapi di samping deretan mobil mewah milik para orang tua murid.

Keriuhan di daratan terasa begitu kontras dengan keheningan mencekam yang mereka bawa dari Pulau Sebatu. Setiap Kilatan lampu kamera bukan lagi simbol kebanggaan, melainkan sorotan tajam yang menelanjangi keburukan serta cermin kejahatan yang selama ini mereka sembunyikan di balik seragam sekolah.

Kehebohan berskala nasional ini bukan hanya dipicu oleh sistem transmisi radio otomatis yang dikirimkan Adnan subuh tadi. Tiga hari lalu, beberapa menit sebelum naik di atas kapal, Bimo dan Siska ternyata sempat mengirimkan pesan panik berantai ke Grup WhatsApp Utama Sekolah, grup besar beranggotakan seluruh siswa Kelas 10 hingga 12 beserta guru dan staf sekolah.

Pesan Bimo saat itu berbunyi, “Satu kelas gue diisolasi di pulau terpencil sama guru gila. Jangan cari kami, guru ini cuma mau sok-sokan ngatur geng gue. Tapi kalau kami satu kelas kenapa-kenapa, berarti dalangnya adalah guru gila ini.”

Tangkapan layar pesan itu menyebar luas antar-murid, menyulut kecurigaan para guru, dan akhirnya menyambar perhatian media massa ketika rekaman video pisau dan pengakuan perundungan bocor ke jejaring sosial pagi ini. Skandal perundungan Maya dan eksperimen ekstrem Kelas 11-A di Pulau Sebatu menduduki puncak perbincangan publik.

Isu tersebut meledak dengan cepat di jagat maya, memicu reaksi keras dari publik yang mengecam tindakan kekerasan sekolah sekaligus memperdebatkan metode penegakan disiplin Pak Adnan yang berada di ambang batas hukum dan moralitas.

Papan jembatan kapal diturunkan dengan dentuman berat. Suara riuh blitz kamera dan teriakan wartawan langsung menyergap dari segala arah.

“Pak Adnan! Apakah benar Anda sengaja mengisolasi murid-murid di pulau tanpa izin resmi?”

“Bagaimana kondisi mental para siswa, Pak.”

Lihat selengkapnya