Blurb
Pada Tahun 2500, dunia lama runtuh oleh senjata yang tak terlihat. Generasi demi generasi kemudian, sisa-sisa umat manusia dikuasai Orang Berwibawa dari menara-menara perak Kota Plataia. Untuk menjaga takhta mereka, dibiakkanlah ras Akila: senjata hidup yang dibesarkan di dalam Sangkar, hutan buatan berpagar listrik, dan dididik untuk satu hal saja, yaitu membunuh tanpa ragu.
Seharusnya, 666 sama seperti yang lain. Namun, sejak pertempuran pertamanya, mimpi-mimpi buruk datang menghantui, dan ada nyeri di dadanya yang tak berdarah. Ketika rahasia darahnya terungkap, bahwa ia adalah Akila jenis keempat yang membawa sesuatu yang sengaja dihapus dari rasnya, ia hanya punya satu pilihan: melarikan diri sebelum para penciptanya memburunya.
Di luar tembok, seorang gadis kumal yang pernah ia selamatkan di tengah perang memberinya hal-hal yang tak pernah ada di Sangkar: sebuah nama, air mata, dan sesuatu yang disebut kasih sayang. Namun, dunia di luar sangkar tak kalah kejam. Kota-kota saling membunuh demi sepetak tanah, anak-anak kelaparan di bawah beban upeti, dan Sang Tirani tak pernah melepaskan miliknya.
Sebab bagi makhluk yang diciptakan untuk membunuh, belajar mencintai mungkin adalah pemberontakan paling berbahaya.