LEGION : UNKNOWN KNIGHT

Delta
Chapter #21

BEGINNING - 21

Para hunter langsung merangsek masuk kedalam bangunan tersebut dan menyisir area sembari mencari keberadaan target yang mereka cari, bangunan tersebut terdiri dari tiga lantai, setelah menyisir lantai pertama dan kedua, akhirnya mereka tiba di lantai tiga.

Salah seorang hunter menggunakan peralatan lengkap dengan ban lengan merah berjalan menuju manajer Jane dengan foto di lengannya. “Not this one, (Bukan yang ini,)” tukasnya mencocokkan foto tersebut dengan orang dihadapannya.

Manajernya sekilas meilhat foto tersebut, dan tanpa sengaja membuka mulutnya. “Jane?”

Hunter tersebut membalikkan badannya. “You know her? (Kau mengenalnya?)”

“Yes, im her manager, whats your business with her? (Ya, aku manajernya, ada urusan apa dengannya?)”

“I came to save her from trained asassin, theres a certain people who want her to be dead. (Aku datang untuk menyelamatkannya dari pembunuh terlatih, ada orang yang ingin dia mati.)”

“May i see your letter of assignment? (Bolehkah aku lihat surat tugasnya?)”

“Hold on. (Sebentar.)”

Hunter tersebut meraih kantung celananya untuk mengambil sesuatu, namun itu hanyalah gerakan tipuan agar manajernya tidak melarikan diri karena ia tidak memiliki surat tugas.

Dia menarik keluar tangannya dan meraih tangan manajer Jane sembari menodongkan pistol kepadanya.

Mang Jajang yang tidak bisa berbahasa inggris hanya mengamati dari samping, namun ketika pistol tersebut diarahkan pada manajernya, dia menendang hunter tersebut.

Sebenarnya pistol yang ditodongkan masih dalam keadaan tidak bisa menembak karena pin pengamannya masih menunjuk kebawah, namun Mang Jajang tidak mengetahuinya karena di negara tersebut tidak memperbolehkan warga negaranya memiliki senjata.

Dor. Suara tembakan

Hunter lain langsung menembak Mang Jajang pada bagian kakinya karena melakukan perlawanan.

Mang Jajang terjatuh ke lantai sembari memegangi kakinya. “Aakh… aduduu-uh,” erangnya kesakitan.

Para karyawan yang bekerja di butik tersebut tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka berada dibawah todongan senjata, Jane yang sedang berada di ruang ganti berjalan keluar setelah mendengar suara letusan dari pistol, ia masih mengenakan gaun yang dicobanya tadi.

Jane melihat kepada manajernya dan mendapati jika dia sedang di sandera oleh salah satu hunter dibawah todongan senjata, dan Mang Jajang yang tergeletak di lantai dengan darah di lantai.

“Mang!” teriak Jane dengan nyaring.

Jane hendak mendekatinya namun manajernya berkata padanya, “Jane, mereka orang jahat yang datang entah darimana dan tidak bisa berbahasa indonesia, jadi dengarkan baik-baik apa yang aku katakan,”

“Ii-iya Mbak.”

“Mereka berpura-pura sebagai polisi dan mengincarmu, jadi nanti ketika ada kesempatan cobalah untuk melarikan diri.”

Hunter tersebut melakukan kuncian leher pada manajernya hingga ia kehilangan kesadaran dan terjatuh di lantai bersama dengan Mang Jajang yang bersimbah darah.

“Take her, (Bawa dia,)” perintah Ketua tim tersebut pada anggotanya mengacu pada Jane yang sudah terkonfirmasi sebagai target.

Lihat selengkapnya