Jane terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya berada dalam kantung tidur pada tandu yang sedang diseret oleh John. “John,” panggilnya dengan suara parau.
“Yeah? (Ya?)” sahut John menghentikan langkah kakinya dan menoleh padanya.
John perlahan-lahan menurunkan tangannya hingga menyentuh tanah, dan membalikkan badannya pada Jane. “Feels better Jane? (Agak mendingan Jane?)” tanya John padanya.
“Kinda. (Sepertinya.)”
“Need something? Wanna drink or eat? (Butuh sesuatu? Makan atau minum?)”
“No. (Tidak.)”
“I need to pee. (Aku ingin pipis.)”
“Okay. (Oke.)”
John menarik resleting yang berada pada kantung tidur tersebut seraya membantu Jane untuk berdiri dan berjalan menuju salah satu pohon, ia berdiri membelakangi pohon tersebut dan membiarkan Jane melakukan apa yang diperlukannya.
Setelah selesai dengan hal tersebut, ia kembali membantu Jane masuk kedalam kantung tidur. “Don’t force yourself, and back to sleep, (Jangan paksakan dirimu, dan kembalilah tidur,)” saran John padanya.
John kembali menarik tandu tersebut menuju tempat perhentian berikutnya bersamaan dengan Jane yang kembali menutup matanya dan kembali tertidur.
Dor dor dor…. Suara letusan peluru terdengar berkali-kali.
John yang sedang berlindung di balik dinding meraih senjata laras panjangnya dan menembak balik kepada para hunter yang sedang memberondongnya dengan peluru, sementara Jane berada tak jauh di belakangnya.
“GET FUCKING DOWN! (MENUNDUKLAH!)” teriak John menyuruh pada Jane yang berdiri.
Jane memegangi kepalanya sendiri. “Kyaaaaa!” teriak Jane ketakutan.
Reaksi yang wajar bagi orang awam ditengah situasi seperti itu.
John melemparkan bom asap untuk mengahalangi pandangan dari para hunter seraya ia mengahampiri Jane dan memegangi tangannya, ia menarik lengan Jane sambil memandunya untuk berlari menjauh keluar dari medan pertempuran.
Mereka berlari keluar dari bangunan tersebut menuju sepeda motor milik John yang terparkir diluar, John langsung naik keatas sepeda motor dan menyalakannya dengan diikuti oleh Jane duduk di jok belakang.
Para hunter yang berlarian keluar dari bangunan menembaki mereka berdua namun tidak satupun dari peluru mereka mengenainya, beberapa dari mereka berlari menuju mobil yang tadi mereka tumpangi.
“Get inside, go go go! (Masuk! Bergerak bergerak bergerak!)” perintah salah satu ketua tim.
Mereka megejar John menggunakan mobil hingga terjadi kejar-kejaran dijalan raya.
Bruum…. Suara knalpot sepeda motor.
John memacu sepeda motornya dengan sangat kencang, meliuk-liuk dijalanan diantara para penggunan jalan lainnya.
Ia beberapa kali melakukan manuver pengecohan dengan cara berbelok mendadak, namun para hunter yang mengejarnya masih belum menyerah dan tidak perduli mengenai peraturan lalulintas.
Beberapa kali mobil para hunter menghantam pengguna kendaraan lain demi untuk tidak kehilangan target yang mereka kejar.